Kehidupan Sosial vs Covid-19

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Wartabolmong.news–Kita ketahui bersama, penyakit Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 sudah menyerang hampir seluruh pelosok di Indonesia. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyatakan bahwa wabah Covid-19 sebagai Bencana Nasional pada Sabtu 13 Maret 2020 lalu.

Maka dari itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyebaran Covid-19 agar terus digalakkan. Artinya, penerapkan 3M (mengunakan masker dengan benar, menjaga jarak hindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan dalam setiap kegiatan) wajib disosialisasikan oleh masing-masing Kepala Daerah.

3M (mengunakan masker dengan benar, menjaga jarak hindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan dalam setiap kegiatan).

Di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri, pencegahan Covid-19 mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Covid-19. Hal ini sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang wajib dilakukan upaya penanggulangan.

Bahkan, Walikota Kotamobagu, Ir. Hj Tatong Bara juga mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) Kotamobagu Nomor 42 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Kotamobagu. Dalam Perwako itu disebutkan, sanksi perorangan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial atau denda administratif paling banyak Rp.10O ribu.

Peraturan Walikota (Perwako) Kotamobagu Nomor 42 tahun 2020.

Sementara untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggungjawab tempat, dan fasilitas umum yang melanggar ketentuan, dikenakan sanksi administratif berupa, teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif paling banyak Rp.25O ribu, penghentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan izin usaha.

Selain itu, Walikota Kotamobagu juga menugaskan Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintah Bidang Kesehatan, Forkopimda, Camat, Lurah/Sangadi, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan unsur yang terkait, untuk melakukan sosialisasi informasi dan melakukan edukasi cara pencegahan dan pengendalian covid-19 kepada masyarakat di Kota Kotamobagu.

Di sisi lain, kehidupan sosial masyarakat pada masa pandemi Covid-19 juga harus di perhatikan. Sebab, rata-rata pelaku usaha, petani, pekerja atau buruh, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah manapun turut terdampak wabah Nasional ini. Untuk itu, Pemerintah harus melihat segala kemungkinan yang ada guna turut meringankan beban bagi seluruh elemen masyarakat.

Sepertihalnya dengan penuturan salah satu sopir Bentor (becak bermotor) di Kota Kotamobagu. Menurutnya, pendapatan keseharian di masa pandemi covid-19 turun drastis. “Biasanya (sebelum pandemi covid-19) pendapatan saya dapat mencapai Rp 100-150 ribu. Namun sekarang, hanya berkisar Rp 30-40 ribu saja. Meski demikian kita tetap bersyukur dengan segala rezeki yang diberikan oleh tuhan yang maha Esa,” ucap Solimin, saat diwawancarai media ini, Senin (26/10/2020).

Guna mengantisipasi turunnya perekonomian masyarakat, Pemerintah Daerah Kotamobagu memberikan perhatian yang cukup serius. Hal ini dibuktikan dengan telah disalurkannya bantuan bagi masyarakat sejak ditetapkan pandemi covid-19. Tercatat telah ada sekira 19 ribu Kepala Keluarga (KK) di daerah Kotamobagu yang sudah mendapatkan bantuan stimulasi covid-19.

Penyaluran bantuan sembako penanganan dampak covid-19 di Kota Kotamobagu (Foto,is)

Hal itu diungkapkan oleh Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara belum lama ini, saat memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulut berupa bibit ikan, pakan, juga cool box ke pembudidaya ikan, maupun pengumpul ikan di pasar tradisional di wilayahnya. “Data kita ada sekira 5,9 persen warga kurang mampu di Kotamobagu. Namun demikian, di tengah pandemi Covid-19 ini dari 33 ribu kepala keluarga (KK) sudah ada total 19 ribu KK yang mendapatkan bantuan, baik dari pusat, provinsi maupun pemerintah Kotambagu,” kata Walikota dua periode ini.

Sekedar diketahui, berdasarkan data pada hari ini, Senin (26/10), pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kotamobagu berjumlah 20 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) 12 orang, serta pasien dalam pengawasan 0 orang (selengkapnya lihat peta sebaran covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu).

Sumber : covid19.kotamobagukota.go.id

Penulis : Gian Gumogar

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.