Tabang di Canangkan sebagai Desa Cantik

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB-Desa Tabang Kecamatan Kotamobagu Selatan menjadi salah satu desa Cinta Statistik (Cantik) di Sulawesi Utara. Dimana, di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri hanya ada 9 desa yang masuk dalam kategori Desa Cantik, serta secara Nasional hanya ada 100 desa yang masuk dalam kategori tersebut.

Pencananganan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut, dihadiri juga oleh Kepala BPS Sulut Sirley Worotikan, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan SH, Asisten III Pemkot Kotamobagu Adnan Massinae SSos, serta jajaran kepala OPD, seperti Kepala Diskominfo, Kepala Disdukcapil, Kepala dinas PMD, Kepala Bappeda, Camat Kotamobagu Selatan, juga jajaran Lurah dan Sangadi yang ada di wilayah Kecamatan Kotamobagu Selatan.

“Dengan pencananganan Desa Tabang jadi desa cantik, maka tentu kita berharap agar seluruh aparatur desa bisa terus meningkatkan kemampuan mereka terkait dengan pengolahan data statistic,” ungkap Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan SH, saat memberikan sambutan.

Nayodo menambahkan, validitas data statistic akan menjadi indikantor tepatnya pengambilan keputusan, untuk kebijakan pembangunan di desa yang tepat sasaran. “Ini penting sebab dea merupakan ujung tombak dalam mensejahteraan masyarakat,” tambahnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Tabang (Sangadi), Fritz Junius Dilapanga, mengatakan pelaksanaan kegiatan program Desa Cantik ini rencananya dijadwalkan pada 3 Juni 2021, bertempat di Aula Kantor Desa Tabang.

“Jadi, BPS akan melakukan pembinaan mengenai teknis pengumpulan data kepada perangkat dan staf desa. Sehingga kedepannya, Desa memiliki data yang lengkap,” kata Junius, Kamis (27/5/2021) pekan kemarin.

Menurutnya, di Kota Kotamobagu memang sudah ada aplikasi Profil Desa. Dan nantinya menu data yang ada di aplikasi Profil Desa, ini akan lebih diperkaya lagi.

“Peran BPS dalam kegiatan ini melakukan pembinaan teknis pengumpulan data. Kita sangat bersyukur karena Desa kita ini menjadi pilot project program Desa Cantik ini,” ungkap jurnalis senior ini.

Dirinya berharap, kedepan setelah Perangkat dan Staf sudah menguasai teknik pengumpulan data, maka akan diprogramkan untuk penginputan melalui aplikasi yang akan dibuat.

“Dari dimensi desa Tabang terkait dengan program Desa Cantik ini, bilamana data sudah berhasil dihimpun semua, setelah dilakukan bimbingan oleh BPS, maka kami punya ekspektasi kedepan Desa Tabang memiliki aplikasi data yang komprehensif. Aplikasi tersebut inshaallah akan dinamai SIMANJADES (Aplikasi Manajemen Desa),” bebernya.

Sebagai informasi, program Desa Cantik ini merupakan bentuk tanggung jawab BPS dalam melakukan pembinaan statistik sektoral, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik.

Program Desa Cantik ini sejalan dengan semangat satu data Indonesia yaitu mewujudkan keterpaduan perencanaan pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan. Melalui program Desa Cantik ini diharapkan nantinya sistem informasi desa berbasis masyarakat dapat dioptimalkan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.