Peti Potolo Masih ‘Kokoh’, Eksavator Bebas Beraktifitas

Pihak Kepolisian Diminta Bertindak Tegas

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Wartabolmong.news-Tindakan tegas pihak Kepolisian seperti tak dianggap oleh para penambang emas pengguna alat berat eksavator yang beroperasi di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Lokasi Potolo Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Padahal, pihak Kepolisian baik dari tingkatan Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri sudah melakukan tindakan tegas. Bahkan tim dari Mabes Polri sampai turun lapangan melakukan penangkapan kepada salah satu terduga pelaku Peti Potolo berinisial GL.

Tidak hanya sampai di situ, selain menangkap GL yang sekarang ini sudah mendekam di tahanan Kejaksanaan menunggu sidang pengadilan, tim Mabes Polri juga memburu beberapa oknum terduga pelaku penambangan ilegal sampai ke pemilik toko pembeli emas hasil peti.

Tampak alat berat Eksavator tengah beroperasi di lokasi PETI Potolo. (Foto, Dok.wartabolmong.news)

Namun tindakan pihak Kepolisian tersebut tidak membuat efek jera bagi penambang yang saat ini sedang beroperasi di lokasi yang sama yakni Potolo. Pasalnya, hanya beberapa waktu berselang tindakan penangkapan oleh tim dari Mabes Polri, para cukong kembali beraktifitas dengan menggunakan alat berat.

Dari pantauan tim media wartabolmong.news pada Jumat 4/5 pagi tadi, ada Enam alat eksavator sedang melakukan penggalian, dan beberapa unit dump truck pengangkut material sedang beroperasi.

Menanggapi fenomena di lokasi Potolo, sumber media ini menyebut agar pihak kepolisian bertindak lebih tegas lagi kepada para cukong yang dianggap kumabal.

“Hanya beberapa minggu saja saat tim dari Mabes datang tidak ada aktifitas. Selanjutnya sejak bulan februari sampai sekarang aktifitas alat berat ada terus,” kata sumber yang meminta namanya tidak dipublish.

Ia juga menyebut, jangan sampai timbul kesan tidak bagus dari masyarakat bahwa pihak kepolisian sudah tidak mampu memberantas para mafia Peti di Potolo.

“Pihak kepolisian harus lebih tegas lagi agar tidak ada kesan negatif dari masyarakat,” ucap sumber.

Sampai berita ini tayang, tim wartabolmong.news masih berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak Tim Mabes Polri, Polda Sulut atau Polres Kotamobagu terkait penegakan supremasi hukum terhadap para cukong yang menggerakan alat berat di lokasi Potolo.(Tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.