
Seiring dengan meningkatnya antisipasi Piala Dunia FIFA 2026, kampanye sepak bola baru mengalihkan fokus dari pemain bintang dan fokus pada pekerja yang membuat permainan berjalan di belakang layar.
Mulai dari staf lapangan yang mempersiapkan lapangan saat fajar hingga kru stadion yang memeriksa peralatan dan mengamankan jaring gawang, kampanye ini berfokus pada pekerjaan tak kasat mata yang membuat setiap pertandingan menjadi mungkin.
Daripada mengandalkan momen-momen sepak bola yang dramatis, film ini menangkap pekerjaan rutin yang dilakukan jauh sebelum pertandingan dimulai, menampilkan disiplin, ketepatan dan konsistensi yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan olahraga terhebat di dunia.
Carling Black Label mengatakan kampanye ini dibuat untuk memberi penghargaan kepada individu-individu yang kontribusinya sering diabaikan meski memainkan peran penting dalam budaya sepak bola.
“Banyak orang beroperasi dengan disiplin dan konsistensi, namun jarang dikenal atas peran yang mereka mainkan. Kampanye ini bertujuan untuk mengakui kontribusi mereka dan menyoroti orang-orang di balik layar,” kata Direktur Merek Carling Black Label Kerryn Greenleaf.
Diproduksi bekerja sama dengan Romance Films dan disutradarai oleh Nthato Mokgata, kampanye ini menggunakan pendekatan langsung dan realistis, dengan fokus pada persiapan sehari-hari dibandingkan tontonan pertandingan.
Ketika semakin banyak perhatian beralih ke Piala Dunia FIFA 2026, kampanye ini lebih menyoroti sepak bola daripada apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan, menarik perhatian kepada para pekerja yang upayanya membantu mewujudkan pertandingan tersebut.
Bintang
(dilindungi email)















