
Ketua Perusahaan Investasi Publik (PIC), Dr. David Masondo, telah mengumumkan bahwa permasalahan yang timbul dari transaksi kontroversial Bandara Internasional Lanseria akan dirujuk ke Unit Investigasi Khusus (SIU) menyusul tinjauan hukum atas temuan yang terdapat dalam penyelidikan forensik baru-baru ini yang dilakukan oleh PwC.
Keputusan tersebut, yang diumumkan pada hari Sabtu, menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya menyelidiki dan kemungkinan memulihkan dana publik terkait dengan transaksi investasi tersebut.
Pada tahun 2013, PIC mendanai sekitar R333 juta agar Acapulco mengakuisisi 25% saham di Bandara Internasional Lanseria. Namun, Acapulco kemudian gagal membayar, mengakibatkan akumulasi utang sekitar R630 juta dan mendorong PIC untuk menyempurnakan kepemilikannya di Lanseria Holdings, operator bandara.
Tahun lalu, Acapulco memenangkan putusan arbitrase yang memerintahkan PIC untuk membayar kompensasi lebih dari R411 juta menyusul kegagalan kesepakatan pendanaan. PIC menantang putusan arbitrase di pengadilan.
Rujukan permasalahan Perdagangan dan Investasi Acupulco ke SIU diharapkan dapat mengintensifkan pengawasan terhadap transaksi tersebut dan berpotensi membuka pintu bagi langkah-langkah hukum dan investigasi lebih lanjut yang bertujuan untuk melindungi dana publik dan memastikan akuntabilitas.
Menurut PIC akhir pekan ini, keputusan untuk merujuk masalah ini ke SIU mengikuti nasihat hukum yang diterima pada hari Sabtu mengenai implikasi penyelidikan forensik PwC.
Dalam sebuah pernyataan, PIC mengatakan: “Setelah menerima nasihat hukum pada tanggal 20 Juni 2026 mengenai implikasi temuan PwC, Presiden menyimpulkan bahwa masalah tersebut harus dirujuk ke SIU untuk penyelidikan lebih lanjut dan tindakan apa pun sesuai mandat undang-undangnya.”
Perusahaan menekankan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada temuan yang tidak tersedia saat mencari pendapat hukum sebelumnya.
“Presiden secara konsisten menyatakan bahwa segala upaya untuk mendapatkan kembali dana atas nama PIC harus berpedoman pada nasihat hukum yang baik dan kepentingan terbaik bagi nasabah dan pensiunan PIC,” kata pernyataan itu.
PIC menambahkan bahwa pendapat hukum sebelumnya menunjukkan bahwa peluang keberhasilan beberapa tindakan terbatas dan memperingatkan potensi risiko litigasi. Namun, penyelidikan PwC menemukan bukti baru yang memerlukan pemeriksaan hukum lebih lanjut.
“Meskipun pendapat hukum sebelumnya menunjukkan prospek keberhasilan yang terbatas dan potensi risiko litigasi, penyelidikan PwC menghasilkan temuan baru yang memerlukan tinjauan hukum lebih lanjut. Berdasarkan pendapat ini, Presiden berpendapat bahwa rujukan ke SIU adalah tindakan yang paling tepat,” kata PIC.
PIC mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk memastikan akuntabilitas dan mendukung upaya memulihkan dana yang mungkin hilang selama transaksi investasi.
Hal ini terjadi setelah Menteri Keuangan Enoch Godongwana mengadakan pertemuan dengan dewan PIC seminggu yang lalu di tengah meningkatnya masalah tata kelola di manajer aset milik negara tersebut menyusul pengaduan pelapor terhadap CEO Patrick Dlamini.
PIC mengatakan rujukan tersebut menunjukkan komitmen Masondo terhadap akuntabilitas dan manajemen konsekuensi.
“Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden terhadap akuntabilitas, pengelolaan konsekuensi, dan pemulihan dana publik jika dibenarkan secara hukum,” kata pernyataan itu.
Perusahaan juga menekankan bahwa rujukan ini akan memungkinkan mereka untuk fokus pada tanggung jawab utamanya yaitu mengelola dan menjaga investasi atas nama jutaan pekerja dan pensiunan di Afrika Selatan.
“Rujukan ini akan memungkinkan PIC untuk tetap fokus pada mandat intinya yaitu menjaga dan meningkatkan tabungan yang dipercayakan kepadanya oleh jutaan pekerja dan pensiunan di Afrika Selatan, sementara akuntabilitas akan dicari melalui jalur yang tepat,” kata PIC.
Pada saat yang sama, PIC menegaskan bahwa penyelidikannya terhadap permasalahan yang diangkat dalam laporan pelapor akan terus berlanjut terlepas dari pemecatan Acupulco.
“PIC akan melanjutkan penyelidikannya atas permasalahan yang timbul dari laporan pelapor sesuai dengan resolusi dewan,” kata pernyataan itu.
Perusahaan menekankan bahwa penyelidikan pelapor akan dilakukan secara terpisah untuk memastikan bahwa semua tuduhan dalam laporan tersebut diselidiki sepenuhnya.
Lebih lanjut disebutkan bahwa jika terdapat bukti yang berada dalam yurisdiksi lembaga penegak hukum, regulator, atau otoritas terkait lainnya, maka hal tersebut akan dirujuk sebagaimana mestinya.
Secara terpisah, juru bicara keuangan Aliansi Demokratik Dr Mark Burke mengatakan partainya telah menulis surat kepada ketua komite tetap parlemen bidang keuangan untuk meminta sidang mendesak dengan dewan manajer aset.
“Budaya dan praktik investasi PIC menunjukkan bahwa organisasi tersebut belum pulih, namun terus berada dalam krisis,” kata Burke. “Pegawai pemerintah Afrika Selatan telah bekerja selama puluhan tahun untuk menabung untuk masa pensiun mereka. Uang mereka layak untuk dikelola dengan lebih baik.”
LAPORAN KEGIATAN


















