Home Internasional Qatargate: Saya telah dibebaskan, kata Avramopoulos

Qatargate: Saya telah dibebaskan, kata Avramopoulos

4
0


Investigasi Komisi Eropa menemukan bahwa Dimitris Avramopoulos tidak berusaha mempengaruhi pejabat UE untuk memberikan perjalanan bebas visa ke Qatar, kata mantan komisaris migrasi tersebut. EURAKTIF.

Pihak berwenang Belgia pada hari Senin mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Avramopoulos, mantan komisaris Yunani, atas dugaan keterlibatannya dalam skandal Qatargate yang mengguncang Uni Eropa pada Desember 2022.

Politisi Yunani, yang saat ini menjadi anggota parlemen, berharap kekebalan parlemennya akan dicabut minggu ini.

Dia menghadapi dakwaan serius, termasuk partisipasi dalam organisasi kriminal, penyuapan berulang kali terhadap pejabat publik, dan pencucian uang.

Mantan komisaris tersebut menjabat sebagai dewan direksi Fight Impunity, sebuah LSM yang didirikan oleh Antonio Panzeri, mantan anggota Parlemen Eropa yang menjadi pusat skandal korupsi yang menimbulkan kejutan di Brussels.

“Atas permintaan Komisi Eropa, penyelidikan menyeluruh dilakukan di semua tingkatan, mulai dari komisaris hingga lembaga terkait, dan tidak menemukan bukti adanya intervensi atau pengaruh apa pun dari pihak saya terkait proses liberalisasi visa untuk Qatar,” kata Avramopoulos.

EURAKTIF telah melihat dokumen yang menunjukkan bahwa 27 komisaris UE menyangkal bahwa Avramopoulos menghubungi mereka atas nama LSM Panzeri.

“Keterlibatan saya dalam Melawan Impunitas sepenuhnya bersifat institusional, transparan, dan sepenuhnya sah,” kata Avramopoulos, seraya menambahkan bahwa tawaran untuk bergabung dengan organisasi tersebut dibuat setelah masa jabatannya sebagai komisaris Eropa berakhir.

“Peran ini hanya bersifat kehormatan, tanpa tanggung jawab eksekutif, manajerial, keuangan atau operasional.”

Avramopoulos mengklaim dia tidak pernah mendorong permintaan pembebasan visa Qatar, yang merupakan aspek utama dari skandal tersebut, dan mengklaim posisinya sebenarnya berlawanan.

“Sebaliknya, dalam kapasitas saya sebagai komisaris yang bertanggung jawab, saya saat itu menyatakan pendapat negatif atas permintaan Qatar,” ujarnya.

Komisi Eropa menegaskan bahwa mereka telah mengizinkan partisipasinya dalam LSM tersebut dan menyetujui remunerasinya.

Namun, kata seorang pejabat senior Komisi Eropa EURAKTIF bahwa tinjauan etika menyangkut partisipasi Avramopoulos dalam LSM dan segala persyaratan yang menyertainya, “dan bukan LSM itu sendiri, karena persoalannya bukanlah soal pendanaan.”

Lebih buruk lagi, Avramopoulos gagal hadir meski telah dipanggil dua kali oleh otoritas Belgia.

Sumber yang dekat dengan mantan komisaris tersebut mengakui bahwa Avramopoulos menolak hadir di hadapan penyelidik Belgia karena, menurutnya, “dia tidak ada hubungannya dengan Qatargate”.

“Untuk memudahkan penyelidikan, dia meminta hakim memberinya kuesioner tertulis, namun mereka tidak pernah melakukannya,” kata sumber tersebut.

Avramopoulos menghadapi pertanyaan sulit mengenai hubungannya dengan mantan anggota parlemen sosialis Yunani Eva Kaili, yang dianggap sebagai dalang skandal tersebut, dan telah ditahan di penjara hingga 14 April 2023. Avramopoulos dilaporkan bertukar pesan teks dengan Kaili, yang saat ini sedang menunggu persidangan.

(pc)



Source link