
Tren yang mengkhawatirkan telah muncul dalam dunia pendidikan di Afrika Selatan: sebuah studi baru mengungkapkan bahwa semakin banyak guru sekolah dasar dan menengah yang berpengalaman memilih untuk pindah ke Australia. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak potensial terhadap sistem pendidikan lokal yang sudah menghadapi tantangan karena kurangnya pendidik yang berkualitas.
Studi yang dilakukan oleh New World Immigration ini menyoroti bahwa sejak April 2026, lebih dari 1.000 guru di Afrika Selatan telah menanyakan kemungkinan pindah ke Australia. Banyak dari pendidik ini berkualifikasi dan memiliki banyak pengalaman dalam bidang-bidang penting yang banyak diminati, termasuk matematika dan sains.
Dari mereka yang mempertimbangkan untuk bermigrasi, hampir setengahnya memiliki pengalaman mengajar lebih dari delapan tahun, sementara yang lain memiliki pengalaman mengajar di kelas antara tiga dan delapan tahun. Hal ini mencerminkan kepergian guru-guru baru yang mengkhawatirkan, namun juga para profesional berpengalaman yang berkontribusi signifikan terhadap stabilitas pendidikan.
Robbie Ragless, direktur Imigrasi Dunia Baru, mencatat meningkatnya momentum tren ini, khususnya dalam konteks kebutuhan mendesak Australia akan guru sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), yang mengakibatkan sponsor visa lebih mudah diakses bagi guru asing yang memenuhi syarat.
Data menunjukkan bahwa 54% guru yang mempertimbangkan untuk pindah memiliki gelar sarjana, 10% memiliki gelar spesialis, dan 2,3% memiliki gelar doktor. Penting untuk diingat bahwa banyak pendidik tidak hanya membayangkan peluang masa depan; mereka secara aktif mencari posisi di luar negeri. Faktanya, 29% calon guru menyatakan siap untuk segera pindah, dan 50% berencana untuk berhenti pada tahun depan.
Seorang guru persiapan berusia 35 tahun, dengan pengalaman lebih dari delapan tahun, menjelaskan keputusannya untuk mempertimbangkan peluang mengajar di luar negeri. Didorong oleh kesulitan terkait perilaku siswa dan apa yang disebutnya sebagai penindasan dari beberapa orang tua, dia menyatakan perlunya “mengemas tasnya” dan mencari lingkungan yang lebih baik untuk mengejar hasratnya dalam mengajar.
“Gairah tidak pernah lepas dari seorang guru,” renungnya, seraya menyatakan bahwa kecintaannya pada profesi ini adalah hal yang membuatnya terus maju meski menghadapi kesulitan. Dia menyesalkan kurangnya rasa hormat yang diberikan kepada guru di beberapa lingkungan pendidikan, yang mendorongnya untuk mencari peluang di luar negeri.
Menanggapi laporan yang mengkhawatirkan ini, juru bicara Departemen Pendidikan Western Cape (WCED) Bronagh Hammond mengakui tren perekrutan guru Afrika Selatan secara internasional, termasuk minat dari negara-negara seperti Australia. Hammond menekankan bahwa meskipun perpindahan karyawan ke negara lain bukanlah fenomena baru, departemen tersebut secara aktif memantau potensi dampaknya terhadap sekolah-sekolah lokal.
Sejak 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026, WCED mencatat 1.221 keluar dari angkatan kerja sebanyak 45.626 orang atau sekitar 2,6% dari total angkatan kerja. Hammond menggambarkan tingkat pergerakan ini sebagai tren normal bagi sebuah organisasi. Menariknya, WCED melaporkan penurunan jumlah pengunduran diri dibandingkan tahun fiskal sebelumnya, yang menunjukkan adanya stabilitas di kalangan staf.
Dengan 4,5% kepergian yang disebabkan oleh emigrasi, departemen ini terus melakukan survei keluar untuk memahami akar penyebab kepergian ini. Namun, masih sulit untuk menilai motivasi pastinya, karena banyak penyimpangan yang disebabkan oleh dinamika pasar tenaga kerja yang lebih luas dan bukan masalah spesifik dalam sektor pendidikan.
Hammond mengakui bahwa Afrika Selatan, seperti negara-negara lain, terus menghadapi kesulitan dalam mengisi posisi pengajar di bidang-bidang yang keterampilannya terbatas, seperti matematika dan ilmu fisika. Ia menyatakan keprihatinannya bahwa hilangnya pendidik yang berpengalaman dapat memperburuk tekanan yang ada terhadap sekolah dan menghambat kelangsungan pengajaran.
Mengingat tantangan-tantangan ini, WCED berkomitmen untuk meningkatkan kondisi kerja para guru melalui program dukungan, melanjutkan peluang pengembangan profesional dan inisiatif pendampingan, dengan fokus pada mempertahankan pendidik berkualitas untuk memperkuat sistem pendidikan Afrika Selatan.
IOL


















