Home Bisnis Lima orang didakwa setelah pemukulan fatal terhadap tersangka pencuri ayam di Bali

Lima orang didakwa setelah pemukulan fatal terhadap tersangka pencuri ayam di Bali

1
0


TABANAN, Bali — Lima orang telah didakwa setelah seorang pria yang dituduh mencuri ayam dipukuli sampai mati oleh massa di Kabupaten Tabanan Bali, kata polisi, ketika pihak berwenang memperingatkan akan adanya main hakim sendiri.

Serangan maut itu terjadi Jumat dini hari di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Korban yang hanya diketahui berinisial KD diduga kedapatan mencuri dua ekor ayam sebelum diserang warga.

Polisi mengatakan petugas tiba tak lama setelah kejadian dan menemukan KD tewas di lokasi kejadian. Sepeda motornya juga ikut terbakar.

Dalam jumpa pers, Minggu, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati membenarkan lima orang – yang diidentifikasi berinisial MJ, WS, KB, ML dan ND – telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pengeroyokan maut tersebut. Penyidik ​​mengatakan, peran spesifik masing-masing tersangka masih didalami.

Polisi juga memastikan KD membawa dua ekor ayam curian, satu pisau, satu ketapel, dan beberapa batu kecil. Penyidik ​​mengaku masih mendalami jenis dan nilai ayam tersebut.

Polisi mengatakan enam pencurian ayam telah dilaporkan di wilayah tersebut tahun ini, sehingga menambah rasa frustrasi warga. Namun Bayu Pati menegaskan, kemarahan masyarakat tidak bisa membenarkan tindakan kekerasan.

“Penegakan hukum harus tetap terukur,” katanya kepada wartawan.

Kepala Desa Sidatapa I Made Sutama pun mengimbau warga menyerahkan kasus pidana tersebut kepada pihak berwajib.

“Kalau ada yang berbuat tindak pidana, laporkan ke polisi. Kita hidup dalam negara hukum. Tidak ada seorang pun yang berhak mencabut nyawa orang lain,” ujarnya.

KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anaknya.

Polisi mengatakan penyelidikan terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link