Oknum Petugas PDAM Tungoi Diduga Lakukan Pungli Iuran

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Bolmong,WB—UPTD Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) cabang Tungoi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow kembali mendapat sorotan. Bukan karena pasokan air tidak ada, melainkan ulah dari oknum petugas UPTD tersebut yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) atau menagih iuran tanpa data akurat.

Kejadian ini berawal ketika salah satu warga Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, didatangi oknum dari PDAM dan melakukan penagihan iuran kepadanya. Namun, dirinya heran, pasalnya ia merasa tidak memiliki tunggakan sama sekali kepada PDAM.

“Jadi kemarin pagi ada petugas dari PDAM datang dan meminta untuk membayar tunggakan yang menurut dia sudah tujuh bulan tidak dibayar. Saya pun kaget atas keterangannya ini,” ucap sumber.

Atas dasar tidak memiliki tunggakan, dirinya pun langsung memperlihatkan bukti/struk pembayaran iuran PDAM pada bulan Januari 2020 kemarin kepada petugas. Setelah oknum petugas PDAM melihat bukti setoran, oknum tersebut langsung meminta maaf dan mengakui kalau dirinya telah keliru.

“Intinya seluruh manusia tidak lepas dari khilaf dan kesalahan. Tetapi jika kejadian seperti ini terus berulang, kita para pelangganlah yang menjadi korban. Apalagi kalau masyarakat awam yang tidak paham aturan, kan kasihan masyarakat,” sesal sumber.

Terpisah Kepala UPTD PDAM cabang Tungoi, Wiwin Mokoginta mengatakan, bahwa setiap pembayaran pasti sudah terinput disistem. Namun, jika ada kekeliruan yang dilakukan oleh petugas dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan, saya meminta maaf karena kami juga manusia tidak luput dari kesalahan.

“Pastinya akan saya cek kembali. Saya juga belum satu bulan menjabat kepala PDAM cabang Tungoi. Meski demikian, tetap akan saya kroscek ke petugas-petugas. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar langsung ke kantor jika ada kekeliruan atas kinerja petugas kami.” Pungkasnya.

Tim Wartabolmong.news

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.