Oleh. : Kano Tontolawa
Profesi: Jurnalis
Dana Desa (DD) yang sudah dialokasikan pemerintah pusat tujuan utamanya adalah untuk mensejahterakan masyarakat desa.
Namun tak bisa dipungkiri dana desa juga bisa menjebak birahi Sangadi (kepala desa), untuk lebih mengutamakan kesejahteraan dia dan keluarganya ketimbang kesejahteraan masyarakat desa.
Buktinya, sudah ratusan kepala desa diseluruh Indonesia ini yang terjebak praktik korupsi dana miliaran ini.
Dari ratusan kepala desa tersebut, termasuk ada beberapa Sangadi di Bolaang Mongondow (Bolmong), yang kini mendekam di jeruji besi karena telah terbukti menyalahgunakan uang negara tersebut.
Birahi para Sangadi nekat menyelewengkan dana desa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, tergiur dengan jumlah uang banyak, niat ambisi waktu mencalonkan sangadi kemudian terpilih, desakan tim sukses pemenangan, gaya hidup, kerugian waktu mencalonkan sangadi dan mengandalkan kekuasan.
Contoh kecil potensi modus Sangadi bisa melakukan praktik korupsi di dana desa seperti program belanja pengadaan barang, bantuan sosial dan program fisik infrastruktur. Padahal tujuan dana desa sudah jelas untuk mengurangi jumlah penduduk miskin, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, tapi dikorupsi, karena tata kelola yang tidak transparan dan dugaan konspirasi antara Badan Perwakilan Desa (BPD), tim sukses dan perangkat desa.
Nah, meskipun sudah ada beberapa Sangadi di Bolmong yang terjebak di lingkaran setan konspirasi korupsi dana desa, yang berakhir di balik tahanan jeruji besi, tidak menjadi efek jera bagi para Sangadi lainya agar selalu lebih berhati-hati, mempergunakan anggaran dana desa sebaik mungkin. Tapi praktik dan modus korupsi dana desa masih terus terjadi, seperti tidak takut oleh ancaman hukum yang nyata.
Bahkan dari data yang kami dapat ada juga Sangadi di Bolmong yang secara terang-terangan meminta jatah, di program pengadaan barang pemuda karang taruna. Hal itupun dinilai bagian dari praktik korupsi dan sangat memiriskan.
Tanpa kita sadari pasca terpilih sebagai Sangadi, dan mulai menjalankan roda pemerintahannya nampak terlihat peningkatan ekonomi sejumlah Sangadi ketika menjabat, langsung mangalami kenaikan setiap tahunnya. Apakah itu karena berkat dari dana desa? Entahlah…
Olehnya, peran masyarakat dan pemuda sangat penting untuk selalu mengontrol penggunaan dana desa di desanya. Masyarakat bisa bertindak melaporkan kepihak aparat penegak hukum, apabila melihat ada indikasi praktik korupsi dalam penggunaan dana desa. (***)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.