Home Internasional Demonstrasi di Madrid menentang melonjaknya harga rumah

Demonstrasi di Madrid menentang melonjaknya harga rumah

3
0


Audio dengan bersuara

Bangunan di distrik Jeronimos Madrid pada 20 Januari 2026. Ribuan orang berbaris di pusat kota Madrid pada 24 Mei 2026 untuk memprotes kenaikan harga sewa dan kekurangan perumahan. (AFP)


Ribuan orang berbaris melalui pusat kota Madrid pada hari Minggu, meneriakkan dan mengibarkan spanduk untuk memprotes kenaikan harga sewa dan kekurangan perumahan, dan menyerukan tindakan segera dari pemerintah.

Perumahan selalu menjadi perhatian utama para pemilih di Spanyol, dimana permintaan meningkat karena pertumbuhan populasi yang terkait dengan pariwisata dan imigrasi, sementara pasokan perumahan sewa untuk umum masih terbatas.

Diselenggarakan oleh Persatuan Penyewa Madrid dengan slogan “Perumahan membuat kita kehilangan nyawa. Harga sewa yang lebih rendah”, pawai ini didukung oleh dua serikat pekerja utama Spanyol, UGT dan CCOO.

“Langkah-langkah yang pro-perumahan, meskipun beberapa berjalan ke arah yang benar, berjalan sangat lambat, sementara krisis perumahan semakin memburuk,” kata Sekretaris Jenderal CCOO Unai Sordo kepada wartawan sebelum dimulainya unjuk rasa.

Penyelenggara mengatakan lebih dari 100.000 orang ambil bagian dalam protes tersebut.

Delegasi pemerintah pusat untuk wilayah tersebut memperkirakan 23.000 orang berpartisipasi dalam pawai tersebut.

“Semakin banyak orang terpaksa tinggal dalam kondisi yang penuh sesak, di kamar bersama atau bahkan dengan keluarga lain,” kata juru bicara serikat penyewa Fernando de los Santos kepada AFP TV.

Rata-rata harga sewa di Spanyol telah meningkat dua kali lipat selama dekade terakhir, menurut portal properti online Idealista, jauh melampaui pertumbuhan upah.

Menurut bank sentral Spanyol, penciptaan rumah tangga baru dan penundaan pembangunan perumahan telah menyebabkan defisit 700,000 unit rumah antara tahun 2021 dan 2025.

“Jika kami membayar sewa yang sangat tinggi, mustahil bagi kami untuk menabung untuk membeli apartemen. Oleh karena itu, ini adalah lingkaran setan yang tidak akan pernah bisa kami hindari,” kata Irène Guinée, seorang eksekutif periklanan berusia 29 tahun, kepada AFP saat demonstrasi.

Nuria Nadim, seorang programmer budaya berusia 32 tahun, mengatakan dia menghabiskan 70 persen gajinya untuk sewa dan bergantung pada keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya pikir situasinya sudah mencapai titik di mana hal ini tidak lagi sesuai dengan kehidupan para pekerja,” katanya kepada AFP, seraya menyebutnya “tidak berkelanjutan.”

Perdana Menteri Sosialis Pedro Sanchez, yang akan menghadapi pemilihan umum tahun depan, meluncurkan dana investasi publik baru pada bulan Februari yang menurutnya akan mengumpulkan 120 miliar euro ($139 miliar) dan membantu menyelesaikan krisis perumahan yang masih ada di negaranya.

Mendukung jurnalisme independen

Tetap bersama Berani Jurnalistik.
Tetap bersama Standar.

Jurnalisme tidak bisa bebas karena kebenaran membutuhkan investasi.
Di The Standard, kami menginvestasikan waktu, keberanian, dan keterampilan untuk menyajikan kepada Anda kisah-kisah yang akurat, faktual, dan berdampak. Berlangganan hari ini dan tetap bersama kami dalam mengejar jurnalisme yang kredibel.

Bayar melalui


M

PESA

VISA


Telkomsel Uang


Pembayaran aman

Ruang redaksi paling tepercaya di Kenya sejak 1902

Ikuti standar pada



Source link