Home Bisnis Liburan ke Bali menjadi lebih murah bagi wisatawan asing karena Rupiah mendekati...

Liburan ke Bali menjadi lebih murah bagi wisatawan asing karena Rupiah mendekati Rp 18.000

3
0


DENPASAR, Bali — Bali menjadi jauh lebih terjangkau bagi wisatawan asing karena nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS, memberikan daya beli yang lebih kuat kepada pengunjung asing terhadap pulau tersebut dan destinasi utama lainnya di seluruh negeri.

Nilai tukar Rupiah semakin melemah pada akhir minggu, ditutup pada level hampir Rp 17.700 per dolar AS dan mendekati angka Rp 18.000 di tengah berlanjutnya tekanan ekonomi global dan arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Bagi wisatawan yang membawa dolar AS, euro, atau dolar Singapura, perubahan nilai tukar berarti lebih murahnya biaya menginap di hotel, restoran, transportasi, dan aktivitas liburan di Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Para pelaku industri pariwisata mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dapat membantu Indonesia bersaing lebih agresif dengan destinasi wisata Asia Tenggara lainnya, khususnya di kalangan wisatawan jangka panjang dan sadar anggaran.

Destinasi seperti Bali, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang diharapkan mendapat manfaat karena pengunjung internasional mendapatkan nilai lebih dari belanja mereka di Indonesia.

Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cabang Bali, mengatakan lemahnya rupiah dapat mendorong wisatawan asing untuk memperpanjang liburan mereka dan menghabiskan lebih banyak uang selama berada di “pulau dewata”.

“Dari sudut pandang belanja pariwisata, hal ini dapat bermanfaat bagi pengunjung asing, meskipun mereka juga perlu mempertimbangkan biaya tiket pesawat yang lebih tinggi dan kondisi geopolitik global terkait kenaikan harga bahan bakar,” kata Sukawati.

Namun, depresiasi mata uang juga menambah tekanan pada bisnis hotel dan pariwisata yang sangat bergantung pada produk dan bahan impor.

“Dolar yang lebih kuat meningkatkan biaya operasional karena sebagian besar bahan yang digunakan hotel diimpor,” katanya.

Pada saat yang sama, pelaku bisnis perhotelan menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga sulit untuk menaikkan tarif kamar secara tajam meskipun biaya meningkat.

Bagi banyak wisatawan internasional, perubahan nilai tukar menjadikan Bali lebih murah tanpa mengubah pengalaman wisata itu sendiri – sebuah langkah dinamis yang diharapkan oleh operator pariwisata dapat membantu mendukung kedatangan pengunjung selama periode ketidakpastian ekonomi global.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link