Home Bisnis Museum Perdamaian Bali baru akan dibangun di lokasi pengeboman tahun 2002

Museum Perdamaian Bali baru akan dibangun di lokasi pengeboman tahun 2002

5
0


KUTA, Bali — Pembangunan Museum Bali Peace Park, sebuah pusat peringatan dan pendidikan baru yang akan dibangun di lokasi Ground Zero di Kuta, tempat terjadinya bom Bali tahun 2002 yang memakan korban jiwa lebih dari 200 orang, telah resmi dimulai.

Proyek ini berkembang setelah Pemerintah Kabupaten Badung menandatangani kontrak konstruksi dengan kontraktor sukses, menandai dimulainya pembangunan yang telah lama ditunggu-tunggu di salah satu lokasi paling simbolis di Bali.

Museum ini bertujuan untuk menghormati para korban serangan sekaligus melestarikan kenangan salah satu bagian paling gelap di pulau itu. Para pejabat mengatakan gedung ini juga akan berfungsi sebagai ruang pendidikan publik yang mempromosikan perdamaian, kemanusiaan dan refleksi sejarah untuk generasi mendatang.

I Gede Sukadana, Kepala Dinas Kebudayaan Badung, mengatakan proyek ini mempunyai arti penting melebihi struktur fisiknya.

“Museum ini bukan sekedar bangunan. Ini adalah monumen hidup yang melambangkan kenangan, pendidikan, dan harapan,” kata Sukadana, Senin, 25 Mei 2026.

Terletak di jantung kawasan wisata Kuta, museum ini dirancang sebagai fasilitas umum terpadu yang menggabungkan pelestarian sejarah, fungsi pendidikan, dan ruang publik modern.

Rencana museum mencakup galeri pameran yang menampilkan dokumentasi sejarah, koleksi artefak, ruang pembelajaran audio visual, ruang pertemuan multifungsi, dan ruang hijau lanskap untuk penggunaan dan refleksi publik.

Tempat parkir bawah tanah dua tingkat juga akan dibangun untuk mengakomodasi sejumlah besar pengunjung yang diharapkan berada di lokasi tersebut, termasuk wisatawan nasional dan internasional.

Para pejabat mengatakan ruang hijau akan menjadi bagian utama dari kompleks tersebut, menciptakan suasana yang lebih bijaksana selaras dengan pesan perdamaian dan ketahanan museum yang lebih luas.

Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rs131 miliar setelah melalui proses penilaian yang mengurangi alokasi anggaran awal.

Berdasarkan data yang dilansir Platform Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LPSE) Badung, proyek tersebut dibiayai APBD Kabupaten Badung tahun 2026. Batas proyek keseluruhan ditetapkan sebesar Rp145,7 miliar, sedangkan perkiraan nilai proyek oleh pemerintah mencapai Rp133,79 miliar.

Proses tender menggunakan sistem pasca-kualifikasi satu file dengan metode evaluasi harga terendah knock-out, yang bertujuan untuk menjaga efisiensi anggaran tanpa mengorbankan standar konstruksi.

Proyek ini termasuk dalam kategori pekerjaan konstruksi skala besar dan diawasi oleh Dinas Kebudayaan Badung, instansi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan budaya dan sejarah kabupaten.

Tender tersebut menarik minat yang kuat dari sektor konstruksi, dengan 42 perusahaan berpartisipasi dalam proses tender.

Setelah melakukan evaluasi administratif, teknis dan finansial, PT Bianglala Bali terpilih sebagai pemenang tender dan akan memimpin pembangunan museum.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link