Home Bisnis Rombongan Bali mendapat kecaman karena dugaan pengecualian WNI

Rombongan Bali mendapat kecaman karena dugaan pengecualian WNI

2
0


DENPASAR, Bali — Entourage Bali, sebuah komunitas lari berbasis di Canggu yang terkenal dengan acara “disko senyap” di pagi hari, telah menghentikan operasinya setelah adanya tuduhan bahwa warga negara Indonesia tidak diikutsertakan dalam salah satu acaranya, sehingga memicu seruan untuk penyelidikan oleh pihak berwenang Bali.

Masalah ini muncul setelah tangkapan layar yang dibagikan di media sosial menunjukkan calon peserta Indonesia diberitahu bahwa dia tidak dapat berpartisipasi karena kewarganegaraannya. Postingan ini telah memicu kritik luas, dan banyak yang mempertanyakan apakah acara komunitas yang diadakan di Bali dan menggunakan jalan umum harus diizinkan untuk membatasi partisipasi berdasarkan kewarganegaraan.

Populer di kalangan ekspatriat dan pengunjung

Entourage Bali telah mendapatkan perhatian karena “silent disco run”-nya, di mana para peserta berlarian di sekitar Canggu dengan mengenakan headphone nirkabel sambil mendengarkan musik.

Kelompok ini telah menarik ekspatriat, pengembara digital, dan pengunjung internasional dengan lari pagi khasnya.

Senator mendesak pihak berwenang untuk bertindak

Senator Bali Ni Luh Djelantik meminta Imigrasi Bali dan Kepolisian Bali menyelidiki dugaan diskriminasi tersebut dan apakah acara tersebut telah memperoleh izin yang diperlukan.

Dalam pernyataan yang diposting di akun Instagram terverifikasinya pada hari Jumat, Djelantik mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki laporan yang melibatkan warga negara asing dan aktivitas yang diduga beroperasi tanpa izin yang diperlukan.

“Kami menghimbau kepada Imigrasi Bali dan Polda Bali untuk menindaklanjuti laporan kami terkait dugaan diskriminasi yang dilakukan warga negara asing dan dugaan aktivitas beroperasi tanpa izin,” tulisnya.

Ia juga mengkritik kebijakan yang mengecualikan warga Indonesia dari acara di Bali.

“Kamu melakukan ini di Bali. Kamu melakukan ini di Indonesia. Ini tanah air kita,” tambah Djelantik.

Tempat mengatakan hanya menjadi tuan rumah acara tersebut

Tuduhan tersebut pun mendapat tanggapan dari Atelier Sandwich Bali, tempat salah satu peristiwa terkini berlangsung.

Dalam pernyataan yang diposting di Instagram, venue mengatakan perannya hanya sebatas menyediakan lokasi dan layanan makanan dan minuman kepada para peserta.

Ia mengaku tidak terlibat dalam pendaftaran peserta, keputusan keanggotaan, atau kebijakan internal yang ditetapkan penyelenggara acara.

Tempat tersebut juga mengatakan mereka mengutuk rasisme dan diskriminasi dalam segala bentuk dan menyambut tamu dari semua negara secara setara.

Pejabat meninjau persyaratan izin

Kepala Badan Ketertiban Umum (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, pihaknya belum menerima permintaan rekomendasi terkait acara tersebut.

Dia mengatakan pihak berwenang sedang mengkaji peraturan yang mengatur penggunaan jalan umum untuk kegiatan masyarakat.

Menurut Suryanegara, kejadian yang mempengaruhi lalu lintas atau penggunaan jalan umum umumnya memerlukan koordinasi atau persetujuan dari otoritas terkait.

Acara yang ditangguhkan

Rombongan Bali sejak itu menghentikan operasinya karena kritik terus berlanjut di media sosial.

Hingga hari Jumat, pihak berwenang belum mengumumkan temuan resmi apa pun mengenai tuduhan tersebut atau tindakan penegakan hukum apa pun terkait kasus tersebut.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link