Home Bisnis Komunitas lari Canggu menghadapi reaksi keras atas dugaan pengucilan warga Indonesia

Komunitas lari Canggu menghadapi reaksi keras atas dugaan pengucilan warga Indonesia

1
0


DENPASAR, Bali — Komunitas lari di kawasan Canggu, Bali, menjadi sorotan publik menyusul tuduhan bahwa warga negara Indonesia tidak diikutsertakan dalam salah satu acaranya, sehingga mendorong pihak berwenang setempat untuk menyerukan penyelidikan.

Tuduhan tersebut memicu kritik luas di media sosial, dengan banyak yang mempertanyakan apakah acara komunitas yang diadakan di Bali dan menggunakan jalan umum harus diperbolehkan untuk mengecualikan partisipasi warga negara Indonesia.

Senator menyerukan penyelidikan

Senator Bali Ni Luh Djelantik mendesak Imigrasi Bali dan Kepolisian Bali untuk menyelidiki dugaan diskriminasi tersebut dan apakah acara tersebut telah memperoleh izin yang diperlukan.

Dalam pernyataan yang diposting di akun Instagram terverifikasinya pada hari Jumat, Djelantik meminta pihak berwenang untuk menindaklanjuti laporan dugaan diskriminasi yang melibatkan warga negara asing serta dugaan aktivitas yang beroperasi tanpa izin yang diperlukan.

“Kami menghimbau kepada Imigrasi Bali dan Polda Bali untuk menindaklanjuti laporan kami terkait dugaan diskriminasi yang dilakukan warga negara asing dan dugaan aktivitas beroperasi tanpa izin,” tulisnya.

Dia juga mengkritik kebijakan apa pun yang akan mengecualikan warga Indonesia dari acara-acara di pulau tersebut.

“Kamu melakukan ini di Bali. Kamu melakukan ini di Indonesia. Ini tanah air kita,” tambah Djelantik.

Tempat tersebut mengatakan hanya menyediakan lokasinya

Tudingan tersebut pun mendapat tanggapan dari Atelier Sandwich Bali, tempat acara tersebut digelar.

Dalam pernyataan yang diposting di Instagram, venue mengatakan perannya hanya sebatas menyediakan lokasi dan layanan katering kepada peserta.

Ia mengaku tidak terlibat dalam pendaftaran peserta, keputusan keanggotaan, atau kebijakan internal yang ditetapkan penyelenggara acara.

Tempat tersebut juga mengatakan mereka mengutuk rasisme dan diskriminasi dalam segala bentuk dan menyambut tamu dari semua negara secara setara.

Pihak berwenang meninjau persyaratan izin

Kepala Badan Ketertiban Umum (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, pihaknya belum menerima permintaan rekomendasi terkait acara tersebut.

Dia mengatakan pihak berwenang masih mengkaji peraturan yang mengatur penggunaan jalan umum untuk kegiatan masyarakat.

Menurut Suryanegara, setiap kejadian yang berdampak pada jalan raya umum atau mengganggu lalu lintas normal, umumnya memerlukan rekomendasi atau persetujuan dari otoritas terkait.

Investigasi diharapkan

Hingga Jumat, pihak berwenang belum mengumumkan temuan resmi apa pun terkait tuduhan tersebut.

Masalah ini masih menjadi sorotan publik karena para pejabat terus meninjau tuduhan tersebut dan menentukan apakah acara tersebut mematuhi persyaratan izin saat ini.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link