Home Bisnis Di luar tugas lalu lintas: bagaimana polisi Ubud membantu wisatawan

Di luar tugas lalu lintas: bagaimana polisi Ubud membantu wisatawan

3
0


UBUD, Bali – Saat siang hari mulai terik di persimpangan Catus Pata yang terkenal di Ubud, wisatawan melewati lalu lintas antara Istana Ubud dan pasar seni yang ramai. Di tengah kekacauan, dua petugas polisi dengan sabar mengarahkan kendaraan, membantu pejalan kaki menyeberang jalan dan menjawab pertanyaan yang terus menerus dari pengunjung yang mencoba menelusuri jantung budaya Bali.

Untuk Brigjen. Bagi Wayan Gede Edi Erawan dan Aipda Wayan Arip Dipa, perubahan pada umumnya melibatkan lebih dari sekadar pengendalian lalu lintas.

Di salah satu pusat wisata tersibuk di Bali, mereka secara rutin membantu wisatawan yang kehilangan paspor, kehilangan dompet, terpisah dari teman, atau sekadar membutuhkan petunjuk arah. Beberapa orang bertanya di mana menemukan toilet. Yang lain memerlukan bantuan untuk menghubungi pihak berwenang setelah kehilangan dokumen penting.

Interaksinya sama beragamnya dengan pengunjung itu sendiri.

Wisatawan dari Eropa, Amerika, dan Asia melewati persimpangan ini setiap hari, seringkali berhenti untuk meminta bantuan. Untuk melayani tamu internasional dengan lebih baik, personel polisi yang ditugaskan di kawasan pariwisata tinggi seperti Ubud menerima pelatihan bahasa Inggris dasar.

Ketika hambatan bahasa muncul, teknologi membantu menjembatani kesenjangan tersebut. Aplikasi terjemahan telah menjadi alat yang berguna untuk berkomunikasi dengan pengunjung yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Petugas mengatakan beberapa pertemuan yang paling sering mereka lakukan adalah turis yang mengendarai sepeda motor tanpa helm. Meskipun menegakkan aturan adalah bagian dari pekerjaan, pendidikan juga sama pentingnya.

Pengunjung sering kali diingatkan bahwa tidak memakai helm dapat mengakibatkan cedera serius dan mempersulit klaim asuransi jika terjadi kecelakaan.

Selain keselamatan di jalan raya, petugas juga berfungsi sebagai titik kontak informal bagi wisatawan yang menghadapi masalah tak terduga. Pengunjung yang melaporkan kehilangan paspor, barang curian, atau insiden lainnya dipandu melalui proses pelaporan dan diarahkan ke pihak yang berwenang.

Menurut Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, petugas rutin melakukan patroli dengan tetap siaga membantu pengunjung domestik dan internasional di seluruh wilayah.

Pendekatan ini mencerminkan realitas kepolisian di salah satu daerah yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, di mana petugas sering kali diminta tidak hanya sebagai penegak hukum, namun juga sebagai pemandu, penerjemah, dan pemecah masalah.

Bagi banyak wisatawan, interaksi mungkin hanya berlangsung beberapa menit: pertanyaan singkat, bantuan di jalan yang sibuk, atau petunjuk arah ke properti terdekat. Namun momen-momen kecil ini seringkali menjadi bagian dari pengalaman mereka di Bali.

Pekerjaan sehari-hari petugas Ubud baru-baru ini disorot dalam sebuah laporan oleh media Indonesia detikBali, yang menawarkan wawasan tentang peran yang jarang diperhatikan namun sering diandalkan oleh banyak pengunjung.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca diundang untuk menghubungi tim editorial untuk klarifikasi apa pun.



Source link