Home Internasional Houthi Yaman mendeklarasikan ‘larangan total’ terhadap kapal Israel di Laut Merah

Houthi Yaman mendeklarasikan ‘larangan total’ terhadap kapal Israel di Laut Merah

3
0


Audio dengan bersuara

Staf rumah sakit memindahkan bayi dari inkubator ke fasilitas bawah tanah untuk alasan keamanan di Tel Aviv, setelah sirene dibunyikan menyusul serangan Iran, 8 Juni 2026. (AFP)

Pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan serangan rudal terhadap Israel pada hari Senin dan mengumumkan larangan pengiriman Israel di Laut Merah, meningkatkan kekhawatiran akan kembalinya gangguan besar pada rute utama tersebut.

Kelompok Houthi mengganggu kapal kargo di jalur laut penting ini selama perang Israel dengan Hamas, sehingga memaksa banyak perusahaan mengambil jalan memutar jauh di sekitar ujung Afrika bagian selatan.

Ancaman mereka muncul ketika Selat Hormuz, pintu gerbang ke Laut Teluk dan eksportir energinya, masih diblokir oleh Iran akibat perang Timur Tengah dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Kami mendeklarasikan larangan menyeluruh dan total terhadap navigasi maritim Israel di Laut Merah,” kata pernyataan angkatan bersenjata Houthi.

“Kami menganggap semua gerakan musuh sebagai sasaran militer yang sah bagi angkatan bersenjata kami sejak pernyataan ini dikeluarkan.”

Kelompok Houthi, yang bergabung dalam perang Timur Tengah untuk mendukung Iran pada bulan Maret, belum mengumumkan serangan rudal terhadap Israel sejak gencatan senjata yang rapuh dimulai pada tanggal 8 April.

Mereka mengatakan bahwa mereka telah “meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan sasaran sensitif musuh Israel,” dan mengatakan bahwa serangan tersebut “mencapai sasaran mereka dengan tepat.”

Militer Israel sebelumnya menulis di Telegram bahwa mereka “telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel dan bahwa sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.”

Serangan Houthi terjadi pada hari Senin ketika Israel dan Iran saling baku tembak, sehingga gencatan senjata berada di bawah tekanan baru dan mengancam harapan kesepakatan damai.

Kelompok Houthi dan Hizbullah yang berbasis di Lebanon adalah bagian dari “Poros Perlawanan,” sebuah kelompok kekuatan pro-Iran yang menentang Israel dan Amerika Serikat.

Pemberontak di wilayah utara Yaman telah menguasai sebagian besar wilayah negara itu selama lebih dari satu dekade setelah merebut ibu kota dan menggulingkan pemerintah pada September 2014.

Intervensi militer internasional yang dipimpin Saudi pada bulan Maret 2015 memicu perang saudara brutal yang menyebabkan ratusan ribu orang tewas karena sebab langsung dan tidak langsung.

Mendukung jurnalisme independen

Tetap bersama Berani Jurnalistik.
Tetap bersama Standar.

Jurnalisme tidak bisa bebas karena kebenaran membutuhkan investasi.
Di The Standard, kami menginvestasikan waktu, keberanian, dan keterampilan untuk menyajikan kepada Anda kisah-kisah yang akurat, faktual, dan berdampak. Berlangganan hari ini dan tetap bersama kami dalam mengejar jurnalisme yang kredibel.

Bayar melalui


M

PESA

VISA


Telkomsel Uang


Pembayaran aman

Ruang redaksi paling tepercaya di Kenya sejak 1902

Ikuti standar pada



Source link