Iran pada hari Kamis mengutuk apa yang mereka katakan sebagai pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat setelah serangannya terhadap kota pelabuhan di selatan Bandar Abbas, sambil bersumpah untuk mempertahankan kedaulatannya.
Juru bicara kementerian Esmaeil Baqaei mengatakan Iran akan “mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasionalnya” dan mengutuk apa yang disebutnya “retorika ancaman pejabat AS terhadap Iran dan beberapa negara di kawasan.”
“Mengacu pada pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat… Baqaei menekankan tekad Republik Islam Iran untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.
Menurut pernyataan itu, Baqaei “menyatakan solidaritasnya terhadap negara sahabat dan persaudaraan Oman” setelah Presiden Donald Trump mengancam akan “meledakkan mereka.”
Juru bicara kementerian mengecam pernyataan tersebut sebagai “tanda mengkhawatirkan dari normalisasi anarki dan intimidasi dalam hubungan internasional.”
Pasukan AS melancarkan serangan yang menghantam stasiun kendali darat di kawasan pelabuhan selatan Bandar Abbas, kata seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP.
Serangan tersebut mendapat respons cepat, dimana Garda Revolusi Iran mengatakan mereka menargetkan pangkalan udara AS yang melakukan serangan tersebut, tanpa memberikan rincian lokasinya.
Militer Kuwait kemudian mengatakan pertahanan udaranya merespons serangan “musuh”.
Peningkatan singkat ini terjadi meskipun terjadi pertukaran diplomatik antara Teheran dan Washington untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan “menyelesaikan tugasnya” jika Teheran tidak menerima kesepakatan dan mengancam Oman, sekutu AS dan mediator dalam konflik tersebut.
Pernyataannya muncul setelah televisi pemerintah Iran mengutip rancangan kerangka kerja yang sedang dibahas, yang menyatakan bahwa Iran akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz melalui kerja sama dengan Oman.
“Ini adalah perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita harus meledakkannya. Mereka paham bahwa semuanya akan baik-baik saja,” kata Trump.


















