
Afrika Selatan berada di persimpangan jalan yang berbahaya. Meningkatnya permusuhan terhadap warga negara asing adalah akibat dari kesulitan ekonomi selama bertahun-tahun, kegagalan layanan publik, kejahatan yang mewabah, dan ketidakmampuan negara untuk mengelola imigrasi secara efektif.
Banyak warga Afrika Selatan merasa terjebak dalam komunitas yang sulit mendapatkan pekerjaan, infrastruktur yang buruk, dan layanan pemerintah yang terbatas. Dalam lingkungan seperti ini, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan, perumahan, layanan kesehatan, dan layanan sosial pasti akan menimbulkan kebencian, dan para migran yang tidak memiliki dokumen telah menjadi sasaran frustrasi yang berakar pada kegagalan sosio-ekonomi.
Pemerintah tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya dalam situasi ini. Perbatasan yang buruk, keterlambatan administrasi, korupsi dan kontrol imigrasi yang tidak memadai merupakan penyebab dari situasi saat ini. Peringatan diabaikan, sementara masyarakat melihat peningkatan imigrasi ilegal di tengah penegakan hukum yang tidak konsisten. Kekosongan yang tercipta karena kelambanan negara kini diisi oleh kelompok-kelompok yang memproklamirkan diri dan mengklaim melakukan apa yang gagal dilakukan oleh pihak berwenang.
Hal ini seharusnya membuat seluruh warga Afrika Selatan khawatir. Kewaspadaan jarang terkendali. Mobilisasi anti-imigrasi saat ini dapat dengan mudah menjadi kekerasan di masa depan. Laporan-laporan mengenai intimidasi, pengusiran paksa dan ancaman terhadap warga negara asing mencerminkan wabah xenofobia yang pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada keluhan, betapapun sahnya, yang dapat membenarkan tindakan anarki. Penegakan hukum imigrasi adalah tanggung jawab negara.
Kerusakannya meluas melampaui batas negara kita. Posisi Afrika Selatan di benua ini sangat menderita. Setelah dianggap sebagai negara yang memperjuangkan solidaritas di Afrika, negara ini menghadapi tuduhan permusuhan terhadap sesama warga Afrika. Kenyataan tidak menyenangkan yang disoraki oleh banyak penggemar sepak bola Afrika terhadap Bafana Bafana mencerminkan semakin terkikisnya niat baik mereka.
Prioritasnya sudah jelas. Pemerintah harus memulihkan ketertiban, melindungi seluruh penduduk dari kekerasan, mempercepat verifikasi dan repatriasi migran tidak berdokumen, memperkuat keamanan perbatasan, dan mengadili pejabat korup yang memfasilitasi masuknya migran secara ilegal. Dalam jangka panjang, Afrika Selatan membutuhkan sistem imigrasi yang kredibel dan transparan yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penegakan hukum yang efektif.
Ketika ketegangan meningkat dan tanggal 30 Juni mungkin menjadi titik konflik, kepemimpinan yang tegas sangat dibutuhkan. Kegagalan mengambil tindakan berisiko menyebabkan bencana kemanusiaan, keamanan, dan diplomatik yang tidak mampu ditanggung oleh negara tersebut.


















