Home Internasional Mengapa terburu-buru memasukkan anak ke perguruan tinggi bisa lebih merugikan daripada menguntungkan

Mengapa terburu-buru memasukkan anak ke perguruan tinggi bisa lebih merugikan daripada menguntungkan

6
0



Bagi banyak orang tua, terdapat tekanan yang semakin besar untuk memberikan anak-anak mereka kemampuan akademis sedini mungkin.

Dari aplikasi pendidikan untuk balita hingga program pembelajaran terstruktur sebelum sekolah formal dimulai, pesan yang disampaikan sering kali tampak jelas: semakin dini anak-anak mulai belajar, semakin besar peluang mereka untuk sukses di masa depan.

Namun para ahli anak usia dini semakin mendesak orang tua dan pendidik untuk memikirkan kembali pendekatan ini.

Daripada berfokus pada percepatan belajar, mereka mengatakan anak-anak membutuhkan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih kuat sejak usia dini: bermain.

Bermain adalah belajar

Selama beberapa generasi, bermain telah dianggap sebagai bagian alami dari masa kanak-kanak. Namun dalam budaya yang berorientasi pada prestasi saat ini, permainan yang tidak terstruktur sering kali dianggap kurang berharga dibandingkan pelajaran awal membaca, menulis, dan matematika.

Menurut Lynda Eagle, spesialis anak usia dini di AdvTech Schools, pola pikir ini mungkin mengabaikan salah satu landasan pembelajaran yang paling penting.

“Bermain tidak bisa dipisahkan dari belajar, ini adalah sarana yang memungkinkan terjadinya pembelajaran,” katanya.

Meskipun beberapa anak mungkin memperoleh kemajuan akademis jangka pendek ketika diperkenalkan pada pembelajaran formal pada usia yang sangat muda, Eagle memperingatkan bahwa mendorong pencapaian akademis terlalu dini dapat menimbulkan konsekuensi yang merugikan.

“Pembelajaran awal yang mengutamakan kinerja dibandingkan memahami risiko, melemahkan rasa ingin tahu, motivasi, dan kesejahteraan. Fondasi yang kuat dibangun bukan melalui akselerasi, namun melalui pengalaman yang memupuk refleksi, komunikasi, kolaborasi, dan kegembiraan, kondisi yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat.”

Mengapa bermain game lebih penting daripada yang dipikirkan banyak orang

Permainan ini mungkin tampak sederhana dari luar, namun para ahli mengatakan ini adalah salah satu metode pembelajaran paling canggih untuk anak-anak.

Baik ketika mereka membangun benteng dengan bantal, menciptakan dunia imajiner dengan mainan, atau menegosiasikan aturan permainan dengan teman, anak-anak mengembangkan keterampilan hidup yang penting.

Melalui bermain, mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, dan mengelola emosi. Mereka bereksperimen dengan ide, menguji batasan, dan menemukan cara kerja dunia di sekitar mereka.

Eagle menjelaskan bahwa permainan ini memungkinkan anak-anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri sambil mempertimbangkan minat dan kepribadian masing-masing.

“Hal ini memberikan ruang bagi perbedaan dan keberagaman sekaligus memberikan kesempatan untuk terhubung dan berbagi pengalaman. Yang terpenting, bermain mendukung regulasi emosional dan mempersiapkan anak-anak untuk pembelajaran di masa depan dengan memperkuat landasan yang diperlukan untuk penyelidikan, refleksi dan partisipasi dalam konteks dunia nyata.”

Di dunia di mana ketahanan dan kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting, keterampilan ini sama berharganya dengan pengetahuan akademis.

Peran orang dewasa

Bermain bukan berarti membiarkan anak sepenuhnya menggunakan perangkatnya sendiri.

Para ahli menekankan pentingnya apa yang disebut “pembelajaran responsif,” sebuah pendekatan bijaksana di mana orang dewasa mengamati, mendukung, dan terlibat dengan anak-anak tanpa mengendalikan pengalaman mereka.

“Responsif mengharuskan orang dewasa untuk memahami nilai permainan dan memikirkan peran mereka di dalamnya: bagaimana mereka mengamati, kapan mereka melakukan intervensi, bagaimana mereka memperluas pemikiran mereka, dan bagaimana mereka tetap hadir tanpa mengarahkan atau ikut campur,” kata Eagle.

Dengan memberikan perhatian yang cermat kepada anak saat mereka bermain, orang tua dan guru mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang minat, kekuatan, dan identitas baru mereka.

Tujuannya bukan untuk mengarahkan setiap kegiatan tetapi untuk menciptakan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi, bertanya dan berkembang.

Mengembangkan keterampilan untuk hidup

Banyak kualitas yang orang dewasa harapkan akan dikembangkan oleh anak-anak di kemudian hari, mulai terbentuk selama bermain.

Berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, komunikasi dan manajemen diri semuanya diperkuat ketika anak-anak diberi kesempatan untuk bereksplorasi secara bebas dan mengatasi tantangan secara mandiri.

“Saat anak-anak bermain, mereka terus-menerus mengeksplorasi ide-ide baru, menguji teori mereka, menemukan solusi, dan memahami cara kerja dunia,” kata Eagle.

“Dalam perjalanannya, mereka belajar untuk mengambil risiko yang dapat dikelola dan menerima tantangan. Dan, yang lebih penting, untuk tetap bertahan meskipun itu sulit, yang secara bertahap akan membangun kepercayaan diri dan pola pikir pertumbuhan mereka yang sebenarnya.”

Pengalaman-pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan ketekunan dan kepercayaan diri. Kualitas yang tidak bisa diajarkan hanya dengan menggunakan lembar kerja.

Melihat melampaui pencapaian akademis

Bagi orang tua yang peduli dengan persiapan anak-anak mereka untuk bersekolah dan meraih kesuksesan di masa depan, pesan yang disampaikan bukanlah bahwa perguruan tinggi itu tidak penting.

Sebaliknya, ini adalah tentang menyadari bahwa pembelajaran bermakna dimulai jauh sebelum pelajaran formal.

Tahun-tahun awal bukan hanya tentang berapa banyak huruf yang bisa dikenali seorang anak atau seberapa cepat mereka bisa berhitung. Ini tentang mengembangkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, kesejahteraan emosional, dan kecintaan belajar.

Seperti yang dikatakan Eagle: “Pada akhirnya, pembelajaran usia dini bukan hanya tentang apa yang diketahui anak-anak, namun juga tentang cara mereka berpikir, cara mereka berhubungan dengan orang lain, dan cara mereka melihat diri mereka sendiri di dunia, dunia yang penuh dengan berbagai kemungkinan. »

Dalam masyarakat yang semakin berorientasi pada prestasi, hal ini mungkin menjadi pengingat yang harus didengar oleh banyak orang tua.

Orang tua dan guru bekerja sama

Para ahli mengatakan hasil terbaik terjadi ketika keluarga dan pendidik memiliki pemahaman yang sama tentang nilai bermain.

Menciptakan keseimbangan antara kebebasan dan struktur memungkinkan anak-anak merasa aman sekaligus mendorong kemandirian dan eksplorasi.

Keseimbangan ini mengajarkan rasa hormat, empati, dan tanggung jawab sekaligus memberikan keamanan emosional yang dibutuhkan anak-anak untuk berkembang.

Dalam lingkungan yang mendukung ini, anak-anak secara bertahap belajar membangun hubungan, memahami ide-ide kompleks, dan menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi baru.

Gaya Hidup IOL

Dapatkan berita Anda saat bepergian. Download aplikasi IOL terbaru untuk Android dan IOS sekarang.



Source link