BADUNG, Bali – Apa yang dimulai dengan berjalan-jalan saat matahari terbenam di sepanjang salah satu pantai paling ikonik di Bali berakhir dengan penyelamatan semalam yang dramatis setelah dua turis Rusia terjebak oleh air pasang di bawah tebing Pantai Padang Padang.
Para turis tersebut, yang diidentifikasi sebagai Shumskikh Ariadna Anatolievna, 22, dan Kristia Kirill Eduardovich, 23, menghabiskan sebagian Sabtu sorenya dengan berenang di pantai Pecatu yang populer di Kuta selatan.
Usai meninggalkan air, pasangan itu melanjutkan berjalan menyusuri tepian pantai sambil menikmati pemandangan malam. Namun saat malam tiba, kondisi dengan cepat berubah.
Menurut pihak berwenang setempat, gelombang yang lebih besar mulai menerjang pantai saat air pasang naik, memotong jalur mereka untuk kembali dan membuat mereka terdampar.
Para wisatawan berusaha memanjat tebing di sekitarnya untuk menyelamatkan diri, tetapi tidak dapat melewati medan yang curam.
Tak ada jalan keluar, Ariadna akhirnya menghubungi temannya melalui Telegram untuk meminta bantuan. Pesan tersebut diteruskan ke layanan darurat, sehingga mendorong kantor pencarian dan penyelamatan Denpasar untuk melancarkan operasi malam itu juga.
Tim penyelamat tiba di Pantai Padang Padang dan berkoordinasi dengan petugas polisi perairan, penjaga pantai, warga sekitar, dan pengawal wisata untuk mengetahui lokasi tepatnya.
Pasangan itu ditemukan sekitar satu jam. Namun, tim penyelamat menghadapi tantangan yang sulit. Tebing yang curam, penerangan yang terbatas, dan kondisi yang berbahaya membuat evakuasi segera menjadi terlalu berisiko.
Tim penyelamat memantau informasi pasang surut sepanjang malam sambil mencari cara teraman untuk menjangkau wisatawan yang terdampar.
Meski kondisi sulit, operasi penyelamatan tali akhirnya bisa dilakukan. Seorang penyelamat diturunkan dari tebing sebelum para wisatawan dibawa ke tempat aman satu per satu.
“Tergantung kondisi di lokasi dan mempertimbangkan keselamatan korban serta petugas penyelamat, kami berhasil mengevakuasi mereka sekitar pukul 02.00,” kata koordinator penyelamatan Wahyu.
Kedua turis tersebut selamat dari cobaan tersebut dengan hanya luka ringan. Pihak berwenang mengatakan Ariadna tidak terluka, sedangkan Kristia mengalami luka lecet di kedua lutut dan telapak tangan kirinya.
Setelah diselamatkan, kedua pria tersebut menolak perawatan medis, dan mengatakan kepada pihak berwenang bahwa mereka merasa cukup sehat untuk langsung kembali ke vila mereka.
Setelah beberapa jam terjebak di antara laut dan tebing, kedua wisatawan tersebut selamat – dan mengingat betapa cepatnya kondisi dapat berubah di sepanjang garis pantai Bali.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.


















