Home Olahraga Pau Cubarsi-Gérard Martin – Kemitraan yang dibangun untuk masa depan dan mengingatkan...

Pau Cubarsi-Gérard Martin – Kemitraan yang dibangun untuk masa depan dan mengingatkan masa lalu

10
0


Bagi seluruh generasi fans Barcelona, ​​melihat Carles Puyol dan Gerard Pique berdampingan di jantung pertahanan membawa rasa pasti.

Yang satu melambangkan semangat dan kepemimpinan, yang lain menunjukkan keanggunan dan ketenangan. Bersama-sama mereka membantu menentukan salah satu era tersukses dalam sejarah klub.

Selama bertahun-tahun setelah kepergiannya, Barcelona mencari duo pertahanan baru yang mampu memikul tanggung jawab tersebut.

Banyak yang datang, hanya sedikit yang yakin.

Namun saat ini ada perasaan yang berkembang di dalam klub bahwa penantian tersebut mungkin akan berakhir.

Dengan Pau Cubarsi dan Gerard Martin, Barcelona mulai melihat munculnya kemitraan yang memiliki banyak kualitas yang sama yang pernah membuat Puyol dan Pique tak tersentuh.

Cubarsi – Pemimpin Barcelona di depan

Ketika Cubarsi masuk ke tim senior Barcelona, ​​ia diperkirakan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Piqué dan Puyol mendefinisikan sebuah era. (Foto oleh Denis Doyle/Getty Images)

Sebaliknya, remaja tersebut mempercepat perkembangannya dengan kecepatan yang luar biasa.

Bek tengah muda ini sekarang bermain dengan kepercayaan diri seorang veteran berpengalaman, karena kemampuan membaca, penempatan posisi, dan kemampuannya untuk tetap tenang di bawah tekanan dengan cepat menjadikannya salah satu nama pertama dalam daftar tim Hansi Flick.

Yang paling menonjol adalah bagaimana Cubarsi mengendalikan situasi sebelum menjadi berbahaya.

Daripada mengandalkan tekel di menit-menit terakhir, ia sering kali menetralisir ancaman melalui antisipasi dan gerakan cerdas.

Meski baru berusia 19 tahun, Cubarsi mencatat hampir 4.000 menit di semua kompetisi musim lalu, menjadikannya salah satu pemain outfield yang paling banyak digunakan tim.

Tanggung jawab seperti itu jarang diberikan kepada seorang remaja di Barcelona, ​​​​tetapi staf pelatih melihatnya sebagai landasan masa kini dan masa depan.

Tentu saja fitur-fitur tersebut membawa kembali kenangan Pique di masa jayanya. Keanggunan, ketenangan dan kualitas teknis ada di sana.

Lebih penting lagi, Cubarsi sudah berperilaku seperti pemain yang memahami tanggung jawab mengenakan seragam Barcelona.

Gérard Martin membawa ciri khas berbeda

Jika Cubarsi menghadirkan ketenangan dan keunggulan teknis, Gerard Martin menghadirkan keberanian dan kemampuan beradaptasi yang sering kali luput dari perhatian namun tetap penting.

Tekad Gérard Martin patut diapresiasi. (Foto oleh Eric Alonso/Getty Images)

Perjalanan bek tim yunior ini menuju ketenaran tidaklah mudah.

Berbeda dengan beberapa lulusan akademi Barcelona yang sangat terkenal, kebangkitannya dibangun atas ketekunan dan perbaikan terus-menerus.

Awalnya beroperasi sebagai bek kiri, lambat laun ia menjadi bek tengah yang andal, mampu mengisi banyak peran bila diperlukan.

Fleksibilitas ini semakin berharga bagi Flick dan menjadi salah satu alasan Barcelona memutuskan untuk tidak lagi bertaruh pada Alessandro Bastoni.

Kebangkitannya di bawah asuhan Flick menjadi salah satu kejutan musim ini, karena Martin telah mencatatkan 51 penampilan di semua kompetisi, sebuah angka yang menunjukkan seberapa besar kepercayaan manajer asal Jerman tersebut terhadapnya.

Namun yang jelas kemiripannya dengan Puyol belum tentu bersifat teknis. Sebaliknya, ini lebih merupakan masalah mentalitas.

Seperti mantan kapten Barcelona, ​​Martin telah mendapatkan pengakuan melalui komitmen, daya saing, dan keinginan mutlaknya untuk berkembang.

Dia mendekati setiap peluang dengan intensitas, yang menjadikannya pelengkap sempurna bagi seorang bek yang berbakat alami seperti Cubarsi, dan kombinasi inilah yang menjadi alasan staf pelatih Barcelona sangat mementingkan duo ini.

Membangun tim yang sukses jarang sekali berarti mengumpulkan 11 bintang. Ini tentang menciptakan kemitraan di mana kualitas yang berbeda saling memperkuat.

Barcelona dulu punya formula ini dengan Puyol dan Pique.

Kini, ketika klub melanjutkan transisinya di bawah kepemimpinan Hansi Flick, ada optimisme yang semakin besar bahwa Cubarsi dan Gerard Martin dapat membangun hubungan yang sama pentingnya.



Source link