FC Barcelona secara resmi mengumumkan kepergian gelandang legendaris Alexia Putellas, mengakhiri secara emosional salah satu era paling penuh prestasi dalam sejarah sepak bola wanita.
Klub mengonfirmasi kepergiannya melalui pernyataan pedih di media sosial, merayakan statusnya dengan caption: “Un llegat. Sebuah ikon. Una capitana. Eterna Alexia.” (Warisan. Sebuah ikon. Seorang kapten. Alexia Abadi.)
Akun resmi klub FC Barcelona juga membagikan pesan perpisahan yang menyentuh hati kepada pemenang Ballon d’Or dua kali tersebut, dengan menyatakan:
“Terima kasih atas segalanya, @alexiaputellas! Kamu akan selalu menjadi salah satu dari kami. Itu tukang kebunpria dan wanita, kami akan merindukanmu.
Terima kasih untuk segalanya, @alexiaputellas! Semper akan menjadi salah satu dari kita. Els i les culers et trobarem a faltar πβ€οΈ
β FC Barcelona (@FCBarcelona_cat) 26 Mei 2026
Putellas sendiri memposting pesan di media sosialnya, mengonfirmasi kepergiannya dari klub setelah 14 tahun ikonik.
Pengumuman ini menandai perubahan besar bagi klub Catalan, saat mereka mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin jimat yang telah menjadi wajah klub. Blaugrana dominasi nasional dan Eropa selama lebih dari satu dekade.
Rekor angka yang legendaris
Putellas meninggalkan Barcelona sebagai pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa, mengukuhkan statusnya sebagai gelandang serang yang produktif.
Selama karir suksesnya selama 14 musim di Barcelona, ββββdia membuat 512 penampilan di semua kompetisi, mencetak 234 gol untuk klub.
Setelah kemenangan dominan 4-0 atas OL Lyonness untuk memenangkan gelar Eropa lainnya, Putellas pergi setelah memenangkan 36 trofi bersama Barcelona, ββββmelampaui rekor Lionel Messi bersama klub tersebut.
CV-nya berbunyi: empat Liga Champions Wanita UEFA, sepuluh Liga F, sembilan Copa de la Reina, empat Piala Super Spanyoldan sembilan Copa Catalunya.
Di panggung internasional, kariernya yang tak tertandingi semakin ditingkatkan dengan kemenangannya sebagai pemenang Piala Dunia Wanita FIFA bersama Spanyol pada tahun 2023 dan juara UEFA Women’s Nations League pada tahun 2024.
Saat klub dan basis penggemarnya yang besar bersiap untuk kepergian kapten abadi mereka, perhatian pasti akan beralih ke playmaker ikonik ini yang akan memilih untuk mengambil langkah selanjutnya dalam karier legendarisnya, dengan London City Lionesses sebagai tujuan berikutnya.


















