Reaksi orang-orang saat melihat lokasi serangan rudal Rusia yang menghantam bangunan tempat tinggal di Kyiv, Ukraina, Selasa, 2 Juni 2026.
Efrem Lukatski/AP
sembunyikan keterangan
beralih keterangan
Efrem Lukatski/AP
Kyiv, Ukraina — Rusia menyerang Ukraina dengan rentetan rudal dan drone semalaman, menewaskan sedikitnya 11 orang, melukai puluhan orang dan menjebak lainnya, kata pihak berwenang Selasa.
Rusia meluncurkan 73 rudal dan 656 drone di seluruh Ukraina, menurut angkatan udara negara itu, dengan sasaran utama termasuk Kyiv, kota pusat Dnipro dan kota-kota timur Poltava, Kharkiv dan Zaporizhzhia. Pasukan pertahanan udara Ukraina menghancurkan dan menekan 40 rudal dan 602 drone.
Peluncuran 30 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan 33 drone tercatat di setidaknya 38 lokasi. Puing-puing dari drone yang hancur berjatuhan di 15 lokasi, kata Angkatan Udara.
Setidaknya empat orang tewas di Kyiv dan 58 orang terluka, termasuk tiga anak-anak, kata layanan darurat Ukraina dalam sebuah pernyataan yang diposting di Telegram. Bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil lainnya rusak di delapan distrik di Kyiv.
Di wilayah Dnipropetrovsk tengah, setidaknya enam orang tewas dan 36 lainnya terluka setelah serangan Rusia menghantam kota Dnipro, menurut layanan darurat. Serangan kedua saat petugas pertolongan pertama tiba di tempat kejadian menewaskan seorang penyelamat.
Di Kharkiv, sedikitnya 14 orang terluka dan rumah, garasi serta mobil rusak.
Sebuah bangunan tempat tinggal berlantai dua dan sebagian bangunan berlantai empat rusak, dan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang lebih besar.
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi gedung yang terbakar pasca serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Selasa, 2 Juni 2026.
Efrem Lukatski/AP
sembunyikan keterangan
beralih keterangan
Efrem Lukatski/AP
Ledakan ledakan bergema hampir sepanjang malam hingga dini hari. Kyiv telah mempersiapkan serangan besar-besaran lainnya selama berhari-hari, setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan baru dan mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati dan berlindung jika ada peringatan serangan udara.
Di distrik Podilskyi, lantai atas gedung sembilan lantai rusak sebagian, sehingga orang terjebak di bawah reruntuhan. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga dini hari, meski peringatan serangan udara tetap diberlakukan.
Di distrik Solomianskyi, satu gedung 20 lantai dan satu gedung 24 lantai lainnya rusak.
Para pejabat Ukraina telah menekan sekutu mereka untuk menyediakan lebih banyak rudal pertahanan udara untuk melawan serangan rudal balistik Rusia. Meskipun Ukraina terus mencegat sejumlah besar drone, rudal balistik tetap menjadi kerentanan utama bagi pertahanan udara negara tersebut.


















