Penandatanganan Julian Alvarez bukanlah perkara mudah bagi FC Barcelona, terutama karena Atletico Madrid bertekad untuk mempersulit keadaan.
Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara klub Catalan dan klub Catalan tersebut Rojiblancos sudah menjadi semakin jelas.
Álvarez menjadi target nomor 1 departemen olahraga Barca untuk memperkuat serangan. Mereka sudah mengambil risiko dengan mengajukan tawaran pertama sebesar 100 juta euro. Sementara itu, Atletico belum memberikan tanggapan dan tidak melihat adanya kebutuhan untuk bernegosiasi.
Barcelona ingin Alvarez mengambil sikap
Respons Atletico tidak positif, namun juga tidak negatif. Selain postingan di media sosial, belum ada reaksi resmi. Hal ini tidak mengejutkan bagi mereka yang berada di Camp Nou, menurut SPORT.
Langkah berikutnya yang diharapkan adalah sang pemain sendiri yang mengumumkan posisinya kepada publik, yang tidak dapat dikesampingkan, bahkan jika Piala Dunia memperumit segalanya.
Barcelona yakin pernyataan terbuka dari Alvarez akan memperkuat posisi negosiasi mereka secara signifikan dan membuka jalan bagi tawaran baru. Jika hal itu terjadi, pihak klub siap melakukan upaya finansial tambahan untuk bisa lebih dekat dengan tuntutan Atletico.
Diego Simeone kuncinya?
Dan di sinilah karakter tak terduga namun penting memasuki cerita: Diego Simeone. Manajer Atléeico sepenuhnya sejalan dengan posisi resmi klub dan sepenuhnya memahami mengapa klub berusaha memaksimalkan keuntungan finansial dari kemungkinan penjualan.
Namun, ada perbedaan penting antara Simeone dan banyak manajer lainnya ketika menghadapi situasi seperti ini.
Selama bertahun-tahun, pelatih asal Argentina ini, tanpa kecuali, mengikuti aturan tidak tertulis: dia tidak ingin ada pemain di skuadnya yang tidak berkomitmen penuh terhadap proyek tersebut. Baginya, komitmen total tidak bisa ditawar.
Oleh karena itu, jika Álvarez tetap bertekad untuk meninggalkan Atlético, bukan pelatih yang menghalanginya.
Sebaliknya, meski ia sadar sepenuhnya bahwa ia akan kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh di timnya, ia percaya bahwa seorang pesepakbola yang ingin membuka babak baru harus diberi kesempatan untuk melakukannya.
Oleh karena itu, secara tidak langsung namun signifikan, pelatih asal Argentina tersebut bisa menjadi salah satu sekutu terbesar Barcelona dan Álvarez. Dia tidak akan menekan klub untuk memfasilitasi transfer tersebut, namun dia juga tidak akan membangun penghalang untuk mencegahnya.


















