Pengejaran Barcelona terhadap Julian Alvarez kembali menunjukkan hal yang menarik, dengan laporan baru menunjukkan bahwa striker Argentina itu semakin tidak senang dengan cara Atletico Madrid menangani masa depannya.
Berdasarkan informasi ESPN yang disampaikan Mundo Deportivo, Alvarez sulit memahami mengapa Atletico Madrid belum merespons tawaran Barcelona sebesar 100 juta euro.
Situasi ini akan menjadi sumber frustrasi bagi penyerang, yang telah mengambil keputusan mengenai tujuan pilihannya.
Alvarez menunggu tanggapan Atletico
Laporan tersebut mengklaim bahwa meski ada minat dari beberapa klub besar Eropa, Alvarez fokus secara eksklusif untuk bergabung dengan Barcelona.
Dalam hal ini, baik Paris Saint-Germain dan Arsenal dilaporkan telah menyatakan minatnya terhadap sang striker, tetapi tampaknya tidak ada opsi yang dipertimbangkan secara serius oleh sang pemain pada tahap ini.
Sebaliknya, Alvarez mengharapkan adanya kemajuan terkait proposal Barcelona.
Kini, seperti diberitakan sebelumnya, klub Catalan tersebut telah mengajukan tawaran senilai €100 juta untuk sang striker, dengan proposal tersebut dikirimkan langsung ke direktur olahraga Atletico Madrid Mateu Alemany melalui email.
Namun Atletico Madrid belum memberikan tanggapan resmi sehingga membuat sang pemain semakin kebingungan.
Laporan tersebut mengatakan Alvarez tidak memahami mengapa situasi ini masih belum terselesaikan, terutama mengingat besarnya pasokan dan meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depannya.
Pemain tidak senang
Selain itu, ada juga perasaan di kubu para pemain bahwa masalah ini seharusnya dilanjutkan, terutama mengingat tingkat ketertarikan yang ditunjukkan oleh Barcelona.
Salah satu aspek terpenting dari laporan tersebut adalah dugaan bahwa Álvarez telah fokus sepenuhnya pada Barcelona, sementara di saat yang sama sang striker merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukkan klubnya saat ini.
Oleh karena itu, pemain asal Argentina ini berharap masa depannya akan terselesaikan sebelum Piala Dunia berikutnya, namun mengingat kurangnya kemajuan saat ini, ia kini tampak pasrah dengan gagasan bahwa keputusan tersebut bisa memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.


















