Kantor PLN UP3 Kotamobagu Didatangi Massa Demonstran

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB—Sejumlah massa demonstran, Jumat (18/10) pagi tadi melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Kotamobagu, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Aksi dari demonstran itu dalam rangka untuk menyalurkan aspirasi warga terhadap kinerja PLN UP3 Kotamobagu.

Kondisi tersebut mulai menegangkan, ketika salah satu demonstran berhasil menyusup masuk ke dalam lingkungan kantor PLN dan langsung membakar properti yang ada di kantor PLN UP3 Kotamobagu.

Tim tanggap darurat PLN UP3 Kotamobagu dengan respon cepat langsung bertindak untuk memadamkan api dan segera mengevakuasi seluruh pegawai beserta pengunjung ke titik kumpul yang telah disediakan.

Akibat aksi anarkis dari para demonstran tersebut, 2 orang karyawan PLN UP3 Kotamobagu menjadi korban dikarenakan jatuh dari tangga dan terkena lemparan benda keras dari para demonstran.

Menurut Manager PLN UP3 Kotamobagu, Meyrina Turambi, aksi unjuk rasa ini merupakan salah satu skenario atau Simulasi tanggap darurat.

“Ini merupakan simulasi saja. Hal ini dilakukan guna untuk mengantisipasi agar para pegawai kami sudah memahami jika nantinya ada aksi serupa,” ujar Meyrina.

Dikatakannya, aksi tersebut diikuti kurang lebih 50 orang peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh karyawan PLN dan mitra kerja.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kewajiban setiap perusahaan dalam memberikan bekal mengenai Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) bagi setiap karyawan perusahaan. Dimana, keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) terutama di perusahaan listrik merupakan salah satu faktor yang sangat penting demi kelancaran kegiatan operasional. Agar timbulnya rasa aman, nyaman bagi pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan produktif. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan kondisi kegiatan atau aktifitas yang tidak aman,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Bagian KSA Leonardo Manurung yang juga selaku Koordiantor lapangan tim tanggap darurat menyampaikan, pelatihan ini dilakukan guna untuk melatih seluruh pegawai dan tim tanggap darurat PLN UP3 Kotamobagu dalam menghadapi kondisi-kondisi darurat dikemudian hari.

“Karena keadaan darurat merupakan kondisi yang tidak bisa di prediksikan. Diharapkan seluruh peserta dapat memahami dengan baik materi-materi yang telah disampaikan,” harapnya.

Hal senada ditambahkan Denny Tereima selaku Pejabat Pelaksana K3 dan Lingkungan. “PLN UP3 Kotamobagu telah menerapkan Sistem Manajemen K3 yang mana Sistem Manajemen K3 berdasarkan Permenaker No. Per.05/1996 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaiatan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.” Pungkasnya.(GG)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.