Pemuda Kopandakan I Antusias Ikuti Kegiatan ‘Mongindongog Kon O’uman In Mogoguyang’
Kotamobagu,WB—Berjalannya waktu, hingga majunya teknologi dan budaya luar membuat masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) sulit untuk mengakses atau mengetahui sejarah dibumi Totabuan. Padahal, situs-situs budaya dan adat suatu daerah sangat penting untuk memberikan edukasi terhadap pendidikan sejarah bagi generasi penerus bangsa.
Meski demikan, generasi milennial patut berbangga dengan didirikannya Replika Baloi Adat (Rumah Adat) Komalig, yang terletak di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Pasalnya, dirumah adat ini kegiatan Mongindongog Kon O’uman In Mogoguyang (mendengar cerita dari orangtua terdahulu) rutin dilaksankan setiap minggu.
Salahsatu pemuda desa setempat, Revin Agantu mengatakan, pentingnya pemahaman sejarah harus dipupuk sejak usia dini. Sebab, belajar sejarah itu bukan hanya menciptakan pemahaman tentang sejarah saja, tetapi juga untuk belajar dan meneladani nilai- nilai di balik peristiwa sejarah tersebut.
“Sudah saatnya kita selaku generasi penerus untuk mencari tahu tentang sejarah daerah kita sendiri. Nah, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat memberikan pemahaman sejarah dari Mogoguyang (orangtua terdahulu),” ujar Revin, saat mengikuti kegiatan Mongindongog Kon O’uman In Mogoguyang, Jumat (17/1/2020) malam.

Dikatakannya, belajar sejarah pada prinsipnya memberikan keasyikan tersendiri. Sebab, selain bisa melacak kebenaran peristiwa yang terjadi di masa lalu, dengan belajar sejarah juga bisa mengetahui asal-usul segala sesuatu.
“Segala sesuatu memiliki sejarah. Sebut saja, berdirinya negara Indonesia memiliki sejarah, dunia memiliki sejarah, peradaban manusia memiliki sejarah, dan lain sebagainya. Apalagi ini tentang sejarah daerah sendiri. Maka dari itu, kami para pemuda desa Kopandakan I begitu antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut,” tutur Revin.
Sejarah manusia dari zaman ke zaman lanjutnya, dibentuk dengan keberanian dan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya. Semangat ini akan menginspirasi setiap orang yang hidup di zaman ini bahwa setiap cita-cita harus diraih dengan perjuangan dan pantang menyerah.
“Belajar sejarah akan memberikan keterampilan tak terbatas pada pembelajaran di masa lampau saja, tetapi juga keterampilan analisis. Berbagai keterampilan ini tentu sangat berharga dan bermanfaat di banyak pekerjaan. Agar nantinya, anak cucu dan generasi selanjutnya bisa mengetahui tentang sejarah Bolaang Mongondow pada masa itu.” Pungkasnya.(GG)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.