Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Bakal Tindak Tegas Agen Nakal di Kotamobagu
Kotamobagu,WB—Kelangkaan tabung gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) kini tengah melanda Kota Kotamobagu sejak sepekan terakhir. Hal inipun mendapat tanggapan dari pihak Pertamina selaku pengawas dalam pendistribusian elpiji.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, menjelaskan akan menindak tegas para agen yang menjual elpiji 3 Kg tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau memang ada kelangkaan, tolong tunjukan titiknya dimana dan jika memang benar ada agen elpiji maupun pangkalan yang nakal, tentunya akan kami tidak tegas,” ungkap Hatim kepada Wartabolmong.news, Selasa (14/7/2020) kemarin malam.
Dikatakannya, pihak mereka akan turun langsung dilapangan untuk mendatangi sejumlah agen pangkalan terkait kelangkaan elpiji ini. “Akan kita cari tahu terlebih dahulu, jika terbukti melanggar, sanksi tegas menanti para agen,” singkatnya.
Senada disampaikan Kepala Operasional Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Mulia Bakti, Andi Rizal. Ia mengaku kaget dengan langkanya tabung gas jenis 3 kg diwilayahnya.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kendala di stok. Tapi Insya Allah besok (hari ini) akan dicek langsung dilapangan. Pun saya kaget dengan info ini, pasalnya stok di SPPBE selalu aman dan tidak pernah putus,” tuturnya.
Diketahui, kelangkaan tabung gas melon ini tengah melanda Kotamobagu khususnya Kecamatan Kotamobagu Barat. Dari informasi yang didapati media ini, selain elpiji sulit ditemui, masyarakat juga dibebani dengan harga selangit (35-40 ribu per tabung) yang bertolak belakang dengan HET yang hanya 18 ribu saja.(GG)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.