Dinas PUPR Kotamobagu Perbaiki Jalan di Desa Kopandakan I

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui bidang Bina Marga, langsung sigap dalam menanggapi keluhan warga Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, terkait jalan berlubang disimpang tiga AKD desa tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan adanya proses perbaikan sepanjang jalan yang diketahui belum memiliki status itu.

Kepada Wartabolmong.news, Kepala bidang Bina Marga, Regina Mokoginta menuturkan, dengan adanya proses perbaikan jalan ini, diharapkan masyarakat tidak terganggu lagi selama melintas dijalan tersebut.

“Untuk sementara selama pelaksanaan pekerjaan jalan, agar masyarakat dapat berhati-hati saat melewati jalan itu. Pun, semoga dengan adanya perbaikan ini, aktifitas masyarakat bisa kembali normal seperti sedia kala,” ucap Regina, Senin (21/9/2020).

Diberitakan sebelumnya, dengan adanya jalan non status di wilayah Kota Kotamobagu, dinilai menjadi salahsatu faktor penyebab lambannya proses perbaikan.

Hal ini terlihat dari aksi protes warga Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, atas belum adanya langkah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) maupun Pemerintah Kotamobagu dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperbaiki jalan tersebut.

Salahsatu warga desa setempat menuturkan, jalan berlubang yang berada di simpang tiga AKD ini dapat mengakibatkan pengendara mengalami kecelakaan.

jalan berlubang yang berada di simpang tiga AKD Desa Kopandakan I (Foto,ist)

“Lubang-lubang besar dijalan ini sering membuat pengendara hilang konsentrasi. Bagaimana tidak, jika dimusim penghujan, genangan air bisa menipu secara kasat mata bagi pengendara dan mengakibatkan kecelakaan. Oleh sebab itu kami meminta kepada pihak terkait untuk segera mungkin melakukan perbaikan,” ujar sumber yang meminta namanya tidak dipublish, Jumat (18/9/2020) pekan lalu.

Sementara itu, Mantan Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Ir Sande Dodo, menjelaskan, jalan ini dahulunya berstatus jalan provinsi. Namun sekarang sudah dikeluarkan oleh provinsi dan akhirnya jalan ini non status.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kotamobagu untuk segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut. Sedangkan terkait status jalan ini, kami juga sudah mengusulkan kepihak Provinsi Sulut agar status jalan kembali berstatus jalan provinsi,” kata Sande yang juga merupakan Sekertaris Daerah (Sekda) Kotamobagu.(GG)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.