Saya Hanya Rakyat Kecil Yang Ingin Sukses

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Wartabolmong.news-Saya hanyalah seorang rakyat kecil yang ingin Sukses”, kata ini yang keluar dari sosok putra Desa Tungoi Kecamatan Lolayan yang ada di Kabupaten Bolaang Mondondow Sulawesi Utara. Gusri Lewan namanya, lahir dari keluarga Petani yang dibesarkan dengan kehidupan serba berkekurangan. Ia menikahi seorang gadis dikampungnya (Tungoi) bernama Ida Kobandaha dan dititipkan 3 orang anak oleh sang semesta, kehidupan rumah tangganya dimulai serba pas-pasan sehingga untuk memenuhi kebutuhan keluarga Papa Rio sapaan akrab Gusri Lewan selalu meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah sebagai penambang tradisional di hampir seluruh wilayah Indonesia diantaranya Ternate, Ambon, Namblea, Kalimantan, yang hasilnya kadang memuaskan, dan tak sedikit malah tidak mendapatkan apa-apa. Meski demikian dirinya tetap bersyukur karena seperti itulah kata dia resiko menjadi seorang penambang.

Tahun demi tahun ia menekuni profesi sebagai penambang tradisional dan tetap sabar dan memiliki prinsip “Kalu torang pe rejeki tetap Dia (Tuhan) mo kase” (jika memang rejeki pasti Tuhan akan meridhoinya), karena aktifitasnya hanya sebagai penambang.

Suatu ketika orang tuanya pernah melarang Papa Rio untuk menjadi penambang “Stop jo nga ba tambang dari nda ada sisi emas” (berhenti saja jadi penambang karena kamu tidak memiliki sisi Emas) itulah kalimat yang disampaikan orang tuanya, namun dengan spontan Ia menjawab “Kita yakin mo dapa, karena suatu saat Tuhan mo kase karena Dia pasti sayang lia pa kita mancari trus”, (saya meyakini karena suatu saat Tuhan akan memberikan rejeki pada orang yang taat).

Demikian sepenggal cerita proses hidup yang diceritakan Papa Rio ketika sedang bercengkerama bersama.
Proses perjalanan hidup yang begitu berat, penuh perjuangan, keringat, bahkan hinaan didapatnya hingga sempat menjadi Sopir angkot Kotamobagu-Tungoi rupanya memberi hasil baik buat keluarganya, proses kesabaran akhirnya tanah milik keluarga yang bertahun-tahun dibiarkan ternyata memiliki kandungan Emas yang cukup besar, sehingga Papa Rio mulai menggali secara tradisional di lokasi tanah miliknya sendiri kemudian diberikan hasil lebih bagus keluarga dan rakyat di wilayah Lolayan.
Ada pepatah yang mengatakan “Rajin mengais tembolok terisi” artinya jika rajin bekerja atau mencari nafkah, maka rejeki akan bertambah,” . Sosok yang ramah, serta memiliki jiwa memberi ini pun diberikan rejeki yang besar sehingga ia memulai kehidupan baru dengan berkelebihan sehingga mulai mengangkat harkat keluarganya dan masyarakat seputaran Desa tempat tinggalnya Tungoi 1 dan Tungoi 2.

Namun rupanya pepatah ‘’Pucuk dicinta ulam pun tiba” artinya mendapatkan sesuatu yang lebih dari pada yang diharapkan menimbulkan iri dan dengki dari sekelompok orang yang tidak menginginkan adanya peningkatan taraf hidup orang lain. Sehingga ujian tantangan dan hambatan mulai berdatangan dari beberapa penjuru karena tidak iklhas dan tidak suka sosok Gusri mendapatkan hasil lebih dari tanah miliknya sendiri. Tetap ia pun berkata “Saya hanyalah rakyat kecil yang ingin Sukses”
Rakyat kecil tetap lah rakyat kecil, dengan berbagai tuduhan perusak Hutan, melakukan aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dirinya pun dijerat hukum hingga mengharuskan Ia di penjara selama 1 tahun sesuai putusan pengadilan. Dengan jiwa besar sebagai warga negara yang taat hukum ia menjalankan hukumannya di masa Pandemi Virus Corona Civid -19 dimana masa kehidupan manusia secara ekonomi diuji.
Namun dengar berbagai penilaian dilihat dari sisi hukum (Kata buku) maaf saya tak sedikit mengerti Hukum karena hanya masyarakat biasa, Gusri pun mendapat surat Asimilasi = Proses pembinaan Narapidana pemasyarakatan yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidaa dalam kehidupan masyarakat.

“Saya hanyalah rakyat kecil yang ingin sukses”

3 hari mendapatkan surat Asimilasi dari Rutan, Senin 08/02/21 Om Gusri pun kembali ditahan oleh Tim Mabes Polri yang hingga saat ini keluarga pun masih bingung dengan tuduhan apa, hingga Ia langsung dibawa serta ke Jakarta.
“Saya hanyalah rakyat kecil yang ingin sukses”
Banyak spekulasi yang muncul ditangkapnya Gusri karena telah beredar foto dirinya dengan salah satu pejabat negara. Kemudian muncul tanda tanya kepada kami masyarakat biasa “Apakah rakyat kecil dilarang mengambil foto bersama pejabat negara?. (Dunia ini semakin aneh).

Namun Papa Rio dengan jiwa yang tegar sosok yang mencintai keluarga dan anak cucunya ini ketika diminta untuk menghadap ke penyidik Mabes di Polres Kota Kotamobagu berkata “Selaku warga negara yang baik saya akan mentaati proses hukum” dan menyatakan bahwa dirinya akan tetap menjadi poros terdepan selaku penambang lokal dan di Bumi Totabuan.
Tetaplah kuat Om Gusri Dirimu adalah Intau MONGONDOW yang Hebat.(BOGANI)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.