Proyek Rumah Jaga Petani Desa Kopandakan 1 Tak Beres

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB-Sejumlah petani di Desa Kopandakan 1 Kecamatan Kotamobagu Selatan, menyoroti bangunan rumah jaga tani di kawasan persawahan Tomboyo.

Pasalnya, bangunan yang 90% bahannya dari kayu bersumber dari APBD tahun 2020 senilai kurang lebih 100 juta rupiah itu, diduga dikerjakan asal jadi oleh kontraktor pelaksana yakni CV Tome-Tome.

Menurut para petani, kayu yang dipakai hampir semua tak layak lagi digunakan karena sudah rusak bersisik lapuk alias apker (istilah kayu rusak).

“Karena model bangunannya rumah panggung sehingga bahan digunakan kayu, tapi kayu-kayu itu 90% rusak tak layak dipakai. Nah kami menilai proyek ini tak beres, harusnya proyek seperti ini yang tujuannya untuk kemaslahatan para petani, dikerjakan dengan bagus jangan asal jadi seperti ini,” Ujar salah satu petani yang minta namanya dirahasiakan.

Lanjut kata dia, selain bahan kayu banyak yang rusak kondisi bangunannya pun tidak di cet, dan tong penampungan air tidak ada.
“Saya berharap dinas pertanian kotamobagu segera melakukan pengecekan langsung kondisi bangunan rumah jaga tersebut dan nilai sendiri apakah layak atau tidak. Jangan sampai semua proyek pembuatan rumah jaga di desa/kelurahan lainnya pun dikerjakan asal jadi seperti di desa kami,” tutur dia.(Tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.