Home Olahraga Hati prihatin atas ‘preseden yang meresahkan’ di Liga Utama Skotlandia setelah kekacauan...

Hati prihatin atas ‘preseden yang meresahkan’ di Liga Utama Skotlandia setelah kekacauan hari terakhir

3
0


Hearts telah menyatakan keprihatinannya bahwa “preseden yang mengganggu” telah terjadi setelah penentuan gelar Liga Utama Skotlandia melawan Celtic berakhir sebelum waktunya menyusul invasi lapangan.

Klub Edinburgh mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa mereka telah menulis surat kepada otoritas sepak bola Skotlandia mengenai apa yang mereka gambarkan sebagai “keadaan seputar berakhirnya pertandingan secara prematur”.

Gol penentu kemenangan Callum Osmand di menit-menit akhir memastikan Celtic menang 3-1 pada hari Sabtu dan memastikan gelar untuk klub Glasgow.

Beberapa saat setelah gol tersebut, ratusan pendukung Celtic menyerbu lapangan saat perayaan dimulai, memaksa para pemain Hearts untuk segera meninggalkan lapangan.

Pertanyaan Hati Kesimpulan awal yang cocok

Meski sempat terindikasi tambahan waktu delapan menit, pertandingan seolah berakhir sebelum babak penuh selesai.

Liga Sepak Bola Profesional Skotlandia kemudian mengklarifikasi bahwa wasit menganggap pertandingan telah selesai daripada ditinggalkan.

Dalam sebuah pernyataan, Hearts mengatakan pihaknya prihatin dengan dampak insiden tersebut.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa preseden yang meresahkan telah ditetapkan bahwa invasi lapangan dapat secara efektif menentukan durasi pertandingan sepak bola, dan bukan pada ofisial pertandingan,” kata klub tersebut.

“Kami telah meminta mereka untuk segera menanggapi poin-poin yang kami ajukan.”

Kekalahan tersebut menggagalkan Hearts meraih gelar liga Skotlandia pertama sejak 1960, sementara Celtic memenangkan kejuaraan kelima berturut-turut dan ke-14 dalam 15 musim terakhir.

Hearts juga mendesak pihak berwenang untuk menanggapi invasi lapangan dengan serius dan mengkritik komentar yang dibuat oleh mantan manajer Celtic Martin O’Neill awal pekan ini.

Berbicara di talkSPORT, O’Neill menggambarkan anggapan bahwa adegan tersebut mempermalukan sepak bola Skotlandia sebagai hal yang “tidak masuk akal” dan mengklaim ada “banyak hiperbola” seputar reaksinya.

Pria berusia 74 tahun itu tak mengecam suporter yang masuk ke lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Hearts mengeluarkan pernyataan tegas.

“Kami menyadari komentar-komentar yang sangat tidak bertanggung jawab yang dibuat secara publik minggu ini, yang tampaknya berupaya membela mereka yang turun ke lapangan pada hari Sabtu dan meremehkan keseriusan situasi,” kata pernyataan itu.

“Pernyataan ini memiliki implikasi yang berbahaya, dan kami menyerukan kepada otoritas sepak bola untuk memastikan bahwa masalah ini ditangani dengan keseriusan dan dengan kerja sama penuh dari semua orang yang terlibat.”



Source link