Home Bisnis Yogyakarta meluncurkan program “Bule Mengajar”.

Yogyakarta meluncurkan program “Bule Mengajar”.

2
0


Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta meluncurkan program “Bule Mengajar” di wilayah Kotagede untuk mendorong wisatawan mancanegara agar tinggal lebih lama di wilayah tersebut.

Inisiatif tersebut dipandang sebagai langkah maju yang besar dalam mengembangkan potensi wisata Kotagede yang kaya akan sejarah kerajaan Islam Mataram, wisata religi, dan kerajinan perak.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan, program tersebut awalnya atas permintaan Wali Kota Yogyakarta yang meminta Dinas Pariwisata membuat inisiatif inovatif terkait pengembangan Kotagede. Ia juga berharap wisatawan asing yang mengikuti program tersebut nantinya dapat berbagi pengalaman dengan masyarakat di negara asalnya.

“Saya diberi tantangan untuk mengembangkan ‘Bule Mengajar’, sehingga pengalaman orang asing bisa membantu mengenalkan budaya daerah asalnya, sekaligus bisa menambah pengalaman di Indonesia,” kata Krisnawati kepada wartawan, Rabu, 20 Mei.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah Kotagede agar anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara dan mendapatkan pengalaman langsung bersama mereka.

“Ini merupakan pengalaman berharga bagi anak-anak, karena ketika besar nanti mereka mungkin ingin mengunjungi negara-negara wisata dan belajar bahasa asing,” tambah Krisnawati.

Selain kegiatan edukasi, wisatawan mancanegara juga ditantang untuk membeli makanan tradisional Kotagede seperti kipo, kembang waru, dan yangko. Melalui program tersebut, Krisnawati menargetkan rata-rata lama menginap wisman bisa meningkat menjadi 1,78 hari, meski pada tahun ini hanya berkisar antara 1,67 hingga 1,69 hari.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meyakini pelibatan wisatawan dalam kegiatan masyarakat dapat meningkatkan belanja UMKM pada produk lokal, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata di tingkat desa. Harmawan juga menegaskan, wisatawan asing yang berkunjung ke Yogyakarta harus tetap menghormati aturan, budaya, dan norma sosial yang dianut masyarakat setempat.

“Jika wisatawan tinggal lebih lama, makan di warung makan setempat, membeli produk UMKM dan mengikuti kegiatan desa, maka manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” kata Harmawan.





Source link