Seorang pilot AS tewas setelah pesawat PT AMA Air diserang dan dibakar tak lama setelah mendarat di Yahukimo di dataran tinggi Papua, kata pejabat Indonesia. Temuan awal polisi menunjukkan pilot meninggal karena luka tembak, sementara penyelidik mengatakan serangan itu dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata.
Pilot tersebut diidentifikasi sebagai Nicholas F. Goselin, warga negara AS yang bekerja di PT AMA Air. Pesawat lepas landas dari Wamena pada Kamis pagi dengan tujuh penumpang, semuanya selamat dari insiden tersebut, kata para pejabat.
Menurut Kementerian Perhubungan, kondisi cuaca di sepanjang rute mendukung sebelum pemberangkatan. Komunikasi dengan pesawat terputus tak lama setelah pilot melaporkan mendarat di landasan udara Balinggama yang terpencil di Kabupaten Yahukimo.
Jenazah pilot ditemukan setelah upaya evakuasi tertunda karena cuaca buruk. Pemeriksaan forensik awal yang dilakukan Polda Papua menunjukkan adanya luka tembak di bagian wajah, dan penyidik menyimpulkan bahwa luka tersebut menyebabkan kerusakan fatal pada pangkal tengkorak.
Pihak berwenang Indonesia mengatakan mereka melanjutkan penyelidikan atas serangan tersebut dan menyalahkan kelompok separatis bersenjata yang beroperasi di Papua atas serangan tersebut. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.
Secara terpisah, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan menuduh bahwa pesawat tersebut membawa logistik militer. Pihak berwenang Indonesia belum secara terbuka mengkonfirmasi klaim ini.
Pemerintah Indonesia mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat diterima terhadap penerbangan sipil dan mengatakan mereka yang bertanggung jawab akan diadili. Para pejabat juga berjanji untuk memperkuat keamanan Penerbangan Perintis, yang menyediakan jalur transportasi penting bagi masyarakat terpencil di Papua dengan mengangkut penumpang, pasokan medis, makanan dan barang-barang penting lainnya ke daerah-daerah dengan akses darat terbatas.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.


















