garis merah
Bantahan keras Addis Ababa terhadap tuduhan serangan pesawat tak berawak di Khartoum telah meningkatkan pertanyaan tentang apakah Ethiopia masih sekadar tetangga yang mengawasi perang Sudan atau apakah negara itu menjadi salah satu pemain aktifnya.
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed (kiri) bersama panglima militer Sudan Abdel Fattah al Burhan (tengah) di bandara Khartoum saat upacara penyambutan pada 26 Januari 2023. © AFP
Selama berbulan-bulan, kekuatan asing dituduh memicu konflik Sudan, dengan mendukung kubu saingan dalam perang antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Namun bentrokan terbaru antara Khartoum dan Addis Ababa nampaknya berbeda. Tuduhan, ancaman dan retorika keras yang luar biasa yang kini muncul dari kedua belah pihak telah menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat menyebar ke luar Sudan dan menarik negara-negara tetangga ke dalam konfrontasi terbuka.


















