Home Bisnis Bagaimana 50 peluru bisa masuk ke tas wanita Portugis di bandara Bali?

Bagaimana 50 peluru bisa masuk ke tas wanita Portugis di bandara Bali?

1
0


DENPASAR, Bali — Seorang wanita Portugis yang ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali setelah petugas keamanan menemukan 50 butir amunisi di ranselnya mengatakan kepada penyelidik bahwa dia tidak menyadari peluru masih ada di tasnya.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari, 21 Juni, saat penumpang berusia 47 tahun bernama Ribeiro Da Cruz De Freites Nunes Ana Carolina itu hendak menaiki penerbangan Etihad Airways dari Denpasar menuju Abu Dhabi.

Menurut polisi bandara, amunisi tersebut ditemukan saat pemeriksaan keamanan rutin di terminal keberangkatan internasional. Seorang operator yang memantau pemindai sinar-X melihat benda mencurigakan di dalam ransel hitam Carolina, sehingga dilakukan pemeriksaan manual.

Petugas keamanan kemudian menemukan 50 butir amunisi .22 Long Rifle (LR) di dalam tas dan segera memberi tahu staf maskapai penerbangan dan polisi yang ditempatkan di bandara.

Carolina dibawa ke Polsek Terminal Internasional untuk pemeriksaan awal sebelum dipindahkan ke Polsek Bandara Ngurah Rai untuk penyelidikan lebih lanjut.

Juru Bicara Kepolisian Ipda I Gede Suka Artana mengatakan, Carolina mengakui amunisi tersebut miliknya, namun mengaku tidak menyadari amunisi tersebut tertinggal di dalam ransel.

“Saat pemeriksaan awal, dia mengakui bahwa amunisi tersebut adalah miliknya. Namun dia menyatakan tidak mengetahui dan tidak mengetahui bahwa amunisi tersebut masih ada di dalam tas,” kata Artana, Selasa.

Penyidik ​​kini berupaya mencari tahu dari mana amunisi itu berasal dan bagaimana bisa sampai di bagasi penumpang.

Pihak berwenang belum mengungkapkan apakah Carolina memiliki dokumen terkait amunisi tersebut, dan pemeriksaan forensik lebih lanjut masih berlangsung.

“Kami masih menelusuri asal usul barang bukti dan menunggu hasil pemeriksaan tambahan,” kata Artana.

Penemuan ini menarik perhatian karena Indonesia memiliki peraturan senjata api dan amunisi yang paling ketat di kawasan ini. Kepemilikan atau pengangkutan amunisi tanpa izin yang sah dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang serius.

Polisi belum mengumumkan dakwaan tambahan apa pun dan mengatakan status hukum Carolina akan bergantung pada hasil penyelidikan yang sedang berlangsung.

Untuk saat ini, penyelidik tetap fokus untuk menjawab pertanyaan utama dalam kasus ini: bagaimana 50 selongsong peluru bisa masuk ke dalam ransel seorang penumpang yang mengatakan dia tidak tahu kalau ada di sana.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link