Home Bisnis Bandara Letkol Wisnu Bali direncanakan untuk jet pribadi

Bandara Letkol Wisnu Bali direncanakan untuk jet pribadi

3
0


Pemprov Bali akan mengembangkan Bandara Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng menjadi bandara khusus dibandingkan bandara komersil seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Sejumlah program tersebut diusulkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam pertemuan khusus dengan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Denpasar, Kamis, 9 Juli. Koster berencana mengembangkan Bandara Letkol Wisnu agar bisa dilakukan pendaratan darurat jika terjadi kendala di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, serta jet pribadi, penerbangan charter, logistik, dan peralatan.

Lebih lanjut Koster mengatakan, untuk menunjukkan komitmen pemerintahannya, Pemprov Bali telah membentuk badan usaha dan sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi lahan untuk proyek tersebut. Selain itu, pemerintah provinsi terbuka untuk mengundang investor yang berminat untuk berpartisipasi dalam pengembangan bandara tersebut.

Oleh karena itu, kami berharap Bandara Letkol Wisnu dapat menyelesaikan permasalahan lalu lintas udara Bali. Hingga saat ini, kami belum mempertimbangkan untuk mengembangkan bandara komersial seperti Bandara Ngurah Rai, kata Koster saat dikutip pers, Sabtu, 11 Juli.

Purwagandhi juga memastikan pembahasan mengenai proyek bandara Bali Utara di Kubutambahan yang selama ini banyak menjadi perdebatan publik akan diakhiri.

“Saya pastikan Bandara Letkol Wisnu Buleleng menjadi prioritas kita karena situasinya relatif aman dan tidak ada lagi persoalan pertanahan, termasuk persoalan lingkungan hidup,” kata Menkeu pula.

Sementara terkait infrastruktur maritim, Purwagandhi mengatakan kementeriannya telah meminta pemilik Pelabuhan Celukan Bawang, Pelindo, untuk merevitalisasi fasilitas tersebut agar bisa menampung penyeberangan penyeberangan dari Jangkar dan Banyuwangi.

Lebih lanjut, terkait program taksi air di Kabupaten Badung, Purwagandhi berharap fasilitas di kawasan Ngurah Rai bisa selesai pada November 2026.

“Saya berharap ini dapat diwujudkan sebagai salah satu alternatif pilihan transportasi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Canggu,” tambah Menkeu.





Source link