Home Bisnis Di Fisherman’s Club, nelayan Sanur menyediakan hasil lautnya

Di Fisherman’s Club, nelayan Sanur menyediakan hasil lautnya

12
0


Dengan ratusan tradisional jukung perahu-perahu yang berjajar di tepi pantai Sanur, sangat masuk akal untuk melihat apa yang ditawarkan para nelayan setempat dengan hasil tangkapan malam mereka. Dengan menyajikan cita rasa lokal, langsung dari komunitas Sanur itu sendiri, Fisherman’s Club merayakan identitas lama lingkungan tersebut.

Meskipun sebagian besar wilayah selatan Bali mengalami perkembangan, Sanur mengalami perubahan yang lebih lambat: sebuah “desa nelayan” yang bergerak dalam bidang perdagangan, yang mengikuti ritme yang diatur oleh arus pasang surut. Tentu saja, seiring waktu Sanur telah berkembang, namun garis pantainya terus ditentukan oleh komunitas nelayan setempat.

Terletak di sepanjang garis pantai yang sama, Klub Nelayan yang diberi nama tepat terinspirasi oleh sejarah ini. Selain sekedar judul, restoran terbuka di tepi pantai ini memberi penghormatan kepada Sanur dengan cara lain: meja panjang yang dibuat dari bahan-bahan yang diciptakan kembali. jukung Perahu, dinding batu tradisional dan atap jerami, perabotan bambu modern – semuanya bersatu untuk menciptakan suasana yang layak untuk lingkungan Sanur yang santai.

Namun hubungan dengan masyarakat paling menonjol dalam menunya, di mana makanan laut Fisherman’s Club bersumber langsung dari nelayan Sanur, sehingga menjanjikan hasil tangkapan segar dan pengalaman laut yang sesungguhnya.

Ikan kakap merah utuh, ikan barramundi, tuna sirip kuning, lobster, udang, dan masih banyak lagi – semua ini dipajang di kolam makanan laut langsung di jantung restoran, di mana para tamu dapat memilih hidangan favorit mereka dari laut dan memasaknya sesuai dengan keinginan mereka. Yang paling populer tentu saja adalah tradisi klasik ala Jimbaran: dipanggang di atas batok kelapa dan diberi taburan bumbu khas Bali berupa cabai, bawang merah, asam jawa, dan ketumbar. Pengalaman hidangan laut terkenal disajikan di pesisir Sanur, di mana angin pantai dan udara asin sangat cocok dengan cita rasa Jimbaran.

Pada siang hari, makanan laut segar tersebut dimasak dengan cita rasa internasional, menyajikan menu yang bervariasi: Signature Seafood Linguine AOP memanfaatkan cita rasa lautnya yang kaya dari udang dan kerang segar, Fisherman’s Salad yang ringan menyajikan tuna tataki yang lembut, atau untuk hidangan yang lebih khas Asia, Spicy Seafood Ramyun merupakan pilihan yang tepat.

Namun tempat di tepi pantai ini menjanjikan lebih dari sekadar bersantap, dengan bar tepi pantainya yang kasual mengundang Anda untuk menikmati minuman saat matahari terbenam, dan gaya klasiknya mengingatkan kita akan hari-hari yang lebih sederhana. Kursi tinggi di sekitar bale jerami, menghadap ke kawasan pejalan kaki. Inilah Sanur.

Happy Hour (17.00 hingga 19.00 setiap hari) menawarkan harga menarik untuk koktail pilihan (Rp 99.000 nett) dan wine (Rp 120.000 nett) –– kami SEKARANG! Bali memiliki kelemahan pada Andaz Spritz (Pomelo Gin Hindia Timur, Limo Aperitivo, air tonik); atau untuk berbagi, satu botol Sanur Sangria (anggur Bali (merah atau putih), rum hitam, rempah-rempah nusantara, buah-buahan tropis, limun). Pada akhir pekan, DJ live dan pemain handpan mengatur suasana.

Terdapat banyak restoran mewah di tepi pantai Sanur, namun sungguh menyegarkan melihat bagaimana Klub Nelayan merangkul perdagangan dan tradisi desa nelayan; menghadirkan suasana dan cita rasa yang menghormati asal dan tempat kepada para tamu.

Fisherman’s Club adalah restoran tepi pantai ikonik Andaz Bali. Buka untuk makan siang dan makan malam, mulai pukul 11.00 hingga 23.00.

Pesan sekarang
+6281514038587 (WA)
info.andazbali@andaz.com
hyatt.com

Edward Spires

Edward, atau Eddy begitu ia biasa dipanggil, adalah pemimpin redaksi SEKARANG! Bali dan tuan rumah SEKARANG! Podcast Bali. Dia menyukai fotografi, jalan-jalan ke pedesaan, dan senang karena karyanya memungkinkan dia bertemu orang-orang dari semua lapisan masyarakat.



Source link