Home Internasional Hawks menangkap lima tersangka pengolahan abalon ilegal di Gqeberha

Hawks menangkap lima tersangka pengolahan abalon ilegal di Gqeberha

3
0



Lima tersangka diperkirakan akan hadir di Pengadilan Magistrate Gqeberha pada hari Jumat setelah ditangkap oleh Hawks karena mengoperasikan fasilitas pengolahan dan pengeringan abalon ilegal di Gqeberha.

Para tersangka, berusia antara 20 dan 36 tahun, ditangkap pada 24 Juni, kata juru bicara Hawks Zinzi Hani.

Pihak berwenang menyita 4.513 unit abalon.

Penangkapan tersebut merupakan hasil tindakan polisi tingkat tinggi, yang melibatkan tim Bellville Hawks Protected Economic Resources (EPR), Departemen Kehutanan, Perikanan dan Lingkungan (DFFE) Cape Town, Crime Intelligence-Motherwell, serta SAPS Mount Road.

“Nilai abalon yang disita sebesar R1.569.819,40. Tim menindaklanjuti informasi adanya rumah mencurigakan yang diduga mengoperasikan fasilitas abalon ilegal. Pengejaran membawa tim ke alamat sepanjang Jalan Marcon, Gqeberha, tempat ditemukannya fasilitas abalon.

“Ketua Hawks di Provinsi Western Cape, Mayor Jenderal Mathipa Makgato, menyambut baik penangkapan tersebut dan mengatakan abalon diatur secara ketat di Afrika Selatan berdasarkan Undang-Undang Sumber Daya Kehidupan Laut,” kata Hani.

Mengoperasikan fasilitas pengeringan atau pengolahan abalon tanpa izin merupakan pelanggaran serius, yang seringkali berujung pada tuduhan kepemilikan, pengolahan dan perdagangan sumber daya laut yang dilindungi secara ilegal, Hani menambahkan.

Sementara itu, dalam kasus terpisah, tersangka kelima ditangkap pada 24 Juni sehubungan dengan pencurian cash-in-transit (CIT) Juni 2021 di Knysna, di mana seorang penjaga keamanan Fidelity ditembak mati dan senjata apinya dirampok.

Tersangka berusia 43 tahun itu ditangkap di kediamannya di Knysna setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan. Dia akan hadir di Pengadilan Regional Knysna pada hari Jumat atas tuduhan pembunuhan dan perampokan berat.

“Peristiwa itu terjadi pada 26 Juni 2021, saat satpam sedang mengumpulkan uang di supermarket di Long Street, dekat Woodmill Lane. Dalam pergulatan berikutnya, satpam tersebut ditembak tiga kali dan meninggal secara tragis.”

“Penyelidikan mengarah pada penangkapan tersangka (pertama) beberapa hari setelah kejadian; polisi melacak kendaraan yang melarikan diri menggunakan rekaman CCTV dan menangkap Mzoxolo Bhushula, 28, di dekat Teluk Mossel,” kata Hani.

Sejak penangkapan Bhushula, beberapa penangkapan menyusul sehubungan dengan pencurian CIT.

Masonwabe Yizana, 35, Ntobeko Mehlvana, 39, dan Jeffrey Rumbu, 55, ikut menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Rumbu ditangkap berdasarkan surat perintah saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Knysna karena masalah yang tidak ada hubungannya.

(dilindungi email)



Source link