Home Internasional Kecanduan merupakan ancaman yang semakin besar terhadap kesuksesan siswa, laporan tersebut memperingatkan

Kecanduan merupakan ancaman yang semakin besar terhadap kesuksesan siswa, laporan tersebut memperingatkan

3
0



Sebuah laporan BARU memperingatkan bahwa tantangan penyalahgunaan narkoba, termasuk penyalahgunaan narkoba, perjudian dan kecanduan digital, semakin mempengaruhi kesejahteraan dan keberhasilan akademis siswa di sektor pendidikan tinggi di Afrika Selatan.

Laporan tersebut, Memikirkan Kembali Kesuksesan Siswa: Kecanduan, Kesejahteraan, dan Resiko Tersembunyi di Pendidikan Tinggidikembangkan oleh Tshikululu Social Investments dan Thrive Student Living dan diharapkan akan dirilis akhir bulan ini.

Menurut penulis, kecanduan sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan atau perilaku, namun kecanduan juga harus diakui sebagai faktor yang dapat memengaruhi kinerja akademis, stabilitas keuangan, ketekunan akademis, dan hasil akademis jangka panjang.

Laporan ini merupakan bagian dari penelitian Tshikululu yang lebih luas mengenai keberhasilan siswa dan mengikuti publikasi Beyond Access: Menemukan Kembali Kesuksesan Siswa sebagai Imperatif Sistemik pada tahun 2025.

Suzan Mususumeli Ramudzuli, spesialis investasi sosial di Tshikululu Social Investments, mengatakan penelitian organisasi tersebut menemukan bahwa banyak siswa terus menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan pribadi yang memengaruhi kemampuan mereka untuk menyelesaikan studi.

Data terbaru dari Dewan Pendidikan Tinggi menunjukkan bahwa 38% siswa yang memulai program gelar tiga tahun di institusi negeri dan swasta Afrika Selatan pada tahun 2016 tidak lulus dalam waktu lima tahun.

Ramudzuli mengatakan faktor-faktor seperti kemiskinan, kesenjangan, pengangguran dan pengucilan sosial terus membentuk pengalaman siswa dan mempengaruhi kemampuan mereka untuk sukses secara akademis.

Dia mengatakan kekhawatiran tentang penyalahgunaan obat-obatan terlarang, perjudian, dan perilaku kompulsif lainnya sering kali menunjukkan tekanan yang lebih luas yang dihadapi siswa, termasuk kesulitan keuangan, stres, kesepian, dan masalah kesehatan mental.

“Kecanduan lebih dari sekedar masalah perilaku. Ini adalah sinyal yang menunjukkan kondisi yang merugikan keberhasilan siswa,” kata Ramudzuli.

Laporan tersebut berpendapat bahwa kecanduan dapat menjadi indikator awal masalah yang mungkin muncul kemudian melalui tindakan yang lebih tradisional seperti prestasi akademis yang buruk atau putus sekolah.

Laporan ini juga menyerukan pendekatan yang lebih terintegrasi terhadap dukungan siswa, dengan alasan bahwa kinerja akademik, kesehatan mental, keamanan finansial, perumahan dan akses terhadap layanan dukungan mempunyai keterkaitan yang erat.

Menurut laporan tersebut, investasi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa biasanya terfokus pada bidang-bidang seperti bantuan keuangan, dukungan akademis, perumahan, dan program kesehatan mahasiswa. Meskipun intervensi ini telah memperkuat ekosistem dukungan siswa, penulis berpendapat bahwa lebih banyak perhatian harus diberikan pada faktor-faktor mendasar yang mempengaruhi keberhasilan siswa.

Ramudzuli mengatakan investor sosial, lembaga pendidikan tinggi, dan pembuat kebijakan harus fokus tidak hanya pada penanggulangan kecanduan itu sendiri, namun juga pada kondisi yang berkontribusi terhadap kecanduan tersebut.

“Saat Afrika Selatan mempertimbangkan masa depan generasi mudanya, ada baiknya kita melihat lebih jauh dari sekedar hasil yang kita ukur dan memberikan perhatian lebih besar pada realitas yang membentuk hasil tersebut,” katanya.

Laporan tersebut akan tersedia di situs web Tshikululu akhir bulan ini.



Source link