Home Olahraga Lima alasan mengapa Barcelona menolak mengeluarkan banyak uang untuk superstar Real Madrid...

Lima alasan mengapa Barcelona menolak mengeluarkan banyak uang untuk superstar Real Madrid tersebut

5
0


Selama beberapa pekan, Bernardo Silva tampil sebagai salah satu target prioritas FC Barcelona untuk musim 2026/27.

Gelandang Portugal ini hampir menjadi pemain kedua yang direkrut klub setelah Anthony Gordon, dengan kesepakatan awal antara pemain tersebut dan Barca.

Namun, kesepakatan itu akhirnya gagal. Meskipun tidak ada seorang pun di klub yang mempertanyakan kualitas Bernardo, Barcelona memutuskan untuk tidak terlibat dalam perang penawaran ketika minat dari klub lain semakin meningkat, dan pemain berusia 31 tahun itu malah memilih untuk bergabung dengan Real Madrid.

Menurut SPORT, keputusan Barcelona didorong oleh kombinasi pertimbangan olahraga, finansial, dan strategis. Berikut lima alasan juara La Liga itu memutuskan untuk tidak mendatangkan Bernardo.

1. Peran gelandang serang sudah tercakup

Alasan utamanya adalah olahraga. Hansi Flick menjelaskan bahwa setiap kedatangan di lini tengah harus diimbangi dengan kepergian.

Peran yang disukai Bernardo semakin menjadi gelandang serang, posisi di mana Barcelona sudah memiliki opsi kuat.

Fermin Lopez dan Dani Olmo sama-sama membuktikan diri sebagai pemain yang andal. Di tempat lain di lapangan, peluangnya juga terbatas.

Bernardo menuju ke Real Madrid. (Foto oleh Naomi Baker/Getty Images)

Di sayap kanan, Lamine Yamal masih tak tersentuh, sedangkan posisi lini tengah terdalam ditempati oleh Pedri, Gavi, Frenkie de Jong, Marc Bernal, dan Marc Casado. Sederhananya, Barcelona tidak bisa menjamin Bernardo mendapat peran utama.

2. Flick ingin pemimpin baru muncul secara alami

Faktor lainnya adalah evolusi ruang ganti. Flick telah berulang kali berbicara tentang perlunya lebih banyak kepemimpinan dalam tim, terutama menyusul pengaruh yang sebelumnya diberikan oleh pemain seperti Inigo Martinez.

Namun, visinya tidak terfokus pada mengimpor pemimpin dari negara lain. Sebaliknya, dia ingin pemain yang ada bisa mengambil tanggung jawab lebih besar.

Raphinha, Eric Garcia dan Lamine Yamal telah menjadi sosok yang lebih vokal, sementara bintang-bintang muda seperti Pau Cubarsi dan Pedri secara terbuka menyatakan keinginan mereka untuk mengambil peran kepemimpinan.

Staf kepelatihan Barcelona menilai fondasi sudah ada di dalam tim dan tidak serta merta membutuhkan sosok eksternal untuk mengisi kekosongan tersebut.

3. Biaya finansial yang besar

Meskipun Bernardo akan tiba sebagai agen bebas, kesepakatan itu jauh dari kata murah.

Barcelona pada prinsipnya memiliki kontrak berdurasi dua tahun dengan kubu Bernardo, tetapi tidak mau memperbaiki persyaratan setelah persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya semakin ketat.

Barcelona menolak terlibat perang penawaran. (Foto oleh Angel Martinez/Getty Images)

Klub juga harus mempertimbangkan pembatasan financial fair play. Bahkan dalam kondisi ekonomi yang membaik, merekrut pemain lain yang berpenghasilan tinggi kemungkinan besar memerlukan penjualan pemain tambahan. Bagi Barcelona, ​​​​komitmen finansial tidak lagi sesuai dengan kebutuhan olahraga.

4. Keraguan terhadap komitmen pemain

Salah satu momen yang menentukan terjadi ketika Bernardo secara terbuka membahas masa depannya selama kamp internasional Portugal.

Daripada sangat menyetujui kepindahan ke Barcelona, ​​​​dia malah menyarankan agar dia bergabung dengan klub yang dia rasa benar-benar diinginkannya. Komentar-komentar ini tidak diterima dengan baik dalam hierarki Barcelona.

Klub telah lama mengadopsi filosofi yang terkait dengan Johan Cruyff: pemain harus yakin sepenuhnya untuk bergabung dengan Barcelona. Antusiasme Bernardo membantu memulai negosiasi, namun keraguannya pada akhirnya melemahkan minat klub.

5. Menjaga keharmonisan ruang ganti

Mungkin faktor yang paling penting adalah menjaga keseimbangan dalam tim.

Deco dan departemen olahraga telah berulang kali menekankan bahwa salah satu kekuatan terbesar Barcelona adalah persatuan di ruang ganti. Grup saat ini dinilai sangat terhubung, dengan chemistry yang kuat di dalam dan luar lapangan.

Bernardo sendiri tidak pernah dianggap sebagai pribadi yang disruptif. Namun, memberikan sumber daya yang besar kepada pekerja berusia 31 tahun yang sudah memiliki posisi yang cukup dapat menciptakan ketegangan yang tidak perlu terkait peran, gaji, dan ekspektasi.

Bagi Flick, menjaga keharmonisan dalam grup tetap menjadi prioritas utama.



Source link