Home Internasional Keluarga Michaela Yellapan menyerukan keadilan dua tahun setelah pembunuhan tragisnya di luar...

Keluarga Michaela Yellapan menyerukan keadilan dua tahun setelah pembunuhan tragisnya di luar sebuah restoran

12
0



Dua tahun setelah seorang perempuan Gauteng ditembak dan dibunuh di luar sebuah restoran, keluarganya masih menunggu keadilan.

Michaela Moonsamy Yellapan, 28, dari Benoni, diduga ditembak dan dibunuh setelah dua pria menembaki dia, suaminya Cameron Yellapan, saudara laki-lakinya Jeremy Moonsamy dan dua teman mereka di luar sebuah restoran di Boksburg pada 18 Mei 2024.

Yellapan, seorang akuntan di sebuah firma hukum, ditembak di kepala dan meninggal di pelukan kakaknya.

Brandon Govender kemudian ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan dan dua tuduhan percobaan pembunuhan. Dia selanjutnya diperkirakan akan hadir di hadapan Pengadilan Regional Boksburg pada 10 Juni.

Kasus ini belum diadili. Govender saat ini bebas dengan jaminan.

Saudaranya, Jeremy Moonsamy mengatakan mereka masih menunggu sidang praperadilan yang akan menentukan tanggal dimulainya persidangan.

“Tetapi kami tidak tahu kapan hal ini akan terjadi karena ada banyak penundaan selama dua tahun terakhir. Namun, kami tidak akan putus asa karena keluarga kami dan banyak orang di Afrika Selatan dan di seluruh dunia yang mengetahui kasus ini menginginkan keadilan ditegakkan,” kata Moonsamy.

“Sayangnya, kasus ini dianggap sebagai ‘kasus biasa’, namun bagi keluarga kami, hal tersebut tidak terjadi. Nyawa saudara perempuan saya telah diambil, namun terdakwa dibebaskan dengan jaminan dan bebas berjalan. Terkadang kami merasa sistem peradilan kami mengecewakan kami, kami selalu menaruh kepercayaan dan keyakinan kami kepada Tuhan karena kami tahu Dia tidak akan pernah mengecewakan kami,” katanya.

Moonsamy mengatakan keluarga tersebut berjuang untuk menerima kehilangan mereka dua tahun kemudian.

“Semuanya masih terasa seperti mimpi. Terkadang kami masih merasa adikku ada di sini bersama kami, tapi kemudian kenyataan muncul. Ini tidak pernah mudah. ​​Waktu tidak menyembuhkan. Waktu hanya mengajarkan kami bagaimana menjalani dan menghadapi rasa sakit ini.

“Kehilangan Michaela adalah hal tersulit yang harus aku hadapi. Dia bukan hanya saudara perempuanku, dia adalah kekuatanku, tempat amanku, dan segalanya bagiku. Kami berbagi ikatan yang tidak akan pernah bisa diputuskan oleh waktu. Dia memahamiku dengan cara yang tidak dapat dilakukan orang lain, dan cintanya membawaku melewati banyak momen dalam hidupku. Aku merindukan suaranya, tawanya, dan kehadirannya.

“Ada kekosongan yang tidak dapat diisi oleh apa pun, namun saya berpegang pada kenangan yang kami buat dan cinta yang kami bagikan. Itulah yang membuat saya terus maju,” katanya.

POSTINGAN



Source link