Home Internasional Komunitas Kraaifontein melakukan aksi unjuk rasa untuk keselamatan anak selama Pekan Perlindungan...

Komunitas Kraaifontein melakukan aksi unjuk rasa untuk keselamatan anak selama Pekan Perlindungan Anak Nasional

6
0



Polisi Kraaifontein, organisasi masyarakat dan departemen pemerintah bergabung pada hari Jumat (29 Mei) untuk meluncurkan Pekan Perlindungan Anak Nasional dengan kampanye kesadaran untuk mempromosikan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak.

Acara yang diadakan di CBD Kraaifontein ini dihadiri oleh perwakilan dari kepolisian, SA Kesejahteraan Anak, Departemen Pembangunan Sosial provinsi, penyedia layanan kesehatan dan organisasi nirlaba.

Anak-anak mengikuti berbagai kegiatan termasuk lokakarya mewarnai dan kegiatan pembuatan buku sidik jari.

Pekan Perlindungan Anak Nasional dirayakan setiap tahun di seluruh Afrika Selatan untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak dan perlunya melindungi anak-anak dari pelecehan, penelantaran dan eksploitasi. Kampanye tahun ini berlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 5 Juni dengan tema: “Bekerja sama untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak.”

Petugas Surat Perintah Louise Strydom, petugas pencegahan kejahatan sosial di kantor polisi Kraaifontein, mengatakan acara kesadaran ini bertujuan untuk menarik perhatian akan pentingnya melindungi anak-anak.

“Kita semua berurusan dengan anak-anak setiap hari dan mereka adalah klien kami yang paling rentan di wilayah kami. Mereka membutuhkan dukungan, mereka membutuhkan perawatan dan mereka membutuhkan kasih sayang,” katanya.

Bagian penting dari acara ini adalah pengenalan buku identifikasi anak yang berisi informasi pribadi dan ciri khas seorang anak yang dapat membantu polisi jika ada anak yang hilang.

“Kami membuat buklet kecil berisi informasi pribadi dan fitur-fitur luar biasa yang membuat seorang anak menonjol dari yang lain. Mungkin mereka memiliki bekas luka atau tanda lahir, atau anak tersebut memiliki mata berwarna biru dan coklat. Ini membedakan kami.

“Oleh karena itu, buklet ini akan tetap ada pusat pengembangan anak usia dini (PAUD), sehingga kita menghilangkan keterlambatan dalam proses pencarian anak di bawah umur,” ujarnya.

Bianca Booysen, pendiri Esihle Opportunities NPC, mengatakan kampanye ini memberikan kesempatan untuk mendidik anak-anak dan orang dewasa tentang hak dan tanggung jawab anak.

“Kita bisa mendidik anak-anak tentang hak dan tanggung jawabnya, sehingga mereka bisa dilindungi, dan kita juga bisa mendidik dan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga kita bisa menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak,” ujarnya.

Booysen mengatakan anak-anak terkena dampak berbagai tantangan sosial, termasuk kemiskinan, kejahatan dan kekerasan, sehingga kesadaran dan kolaborasi masyarakat menjadi penting.

Para profesional kesehatan juga berpartisipasi dalam kampanye ini.

Manajer Harmonie Clinic Sindey Brandt mengatakan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas layanan kesehatan Cape Town.

“Fokus utama kami adalah perawatan pencegahan, termasuk vaksinasi anak-anak. Kami ingin pesan disebarkan bahwa setiap anak harus divaksinasi dan harus memiliki akses gratis ke fasilitas kami melalui layanan yang kami berikan,” katanya.

Tanjung Argus



Source link