Festival Bali Utara tahunan kembali diadakan pada tanggal 24 hingga 29 Juli dengan pertunjukan tradisional, balap sapi Gerumbungan, makanan lokal, musik live, dan atraksi budaya untuk pengunjung domestik dan internasional.
SINGARAJA, Bali – Wisatawan yang ingin merasakan sisi berbeda Bali minggu ini mungkin ingin pergi ke utara saat Festival Lovina 2026 kembali diadakan pada tanggal 24-29 Juli, menghadirkan pertunjukan budaya, kompetisi tradisional, pengalaman kuliner, dan hiburan langsung selama enam hari ke salah satu destinasi pesisir paling dicintai di Bali.
Diakui sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Indonesia 2026, festival tahunan ini telah menjadi salah satu acara pariwisata ikonik di Bali Utara, merayakan warisan budaya yang kaya di wilayah tersebut sekaligus membantu meningkatkan jumlah pengunjung dan mendukung bisnis lokal.
Pihak berwenang setempat mengatakan persiapan telah memasuki tahap akhir menjelang pembukaan hari Jumat, dengan lembaga-lembaga pemerintah mengoordinasikan manajemen lalu lintas, keselamatan publik, layanan kesehatan dan logistik acara untuk memastikan festival tersebut berjalan lancar sepanjang jadwal enam harinya.
Perayaan enam hari budaya Bali Utara
Festival Lovina telah menjadi salah satu acara tahunan yang paling dinantikan di Bali Utara, menawarkan pengunjung kesempatan untuk merasakan tradisi yang jarang ditemukan di kawasan wisata sibuk di selatan pulau.
Kursi festival Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan seluruh instansi pemerintah telah diinstruksikan untuk menyelesaikan persiapannya guna memastikan acara tersebut aman, tertib, dan menyenangkan bagi warga dan pengunjung.
Festival ini juga diharapkan dapat mendongkrak pariwisata di Buleleng dengan mendorong lebih banyak wisatawan untuk memperpanjang masa tinggalnya di luar destinasi populer di Bali Selatan.
Apa yang Pengunjung Dapat Harapkan di Festival Lovina
Festival tahun ini menawarkan beragam atraksi yang menggabungkan budaya, olahraga, dan hiburan.
Pengunjung dapat menikmati tradisional Karapan sapi gerumbungankompetisi perahu layar mini, pertunjukan budaya, balapan seru, balapan off-road, musik live, dan acara populer “Gemar Makan Ikan” kampanye mempromosikan makanan laut yang bersumber secara lokal.
Sepanjang perayaan enam hari tersebut, pertunjukan dan kegiatan masyarakat akan menampilkan identitas unik Bali Utara sekaligus memberikan hiburan bagi keluarga, wisatawan domestik, dan pengunjung internasional.
Makanan lokal, pasar dan semangat komunitas
Gastronomi dan kerajinan lokal juga akan menjadi pusat festival.
Sebanyak 82 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dipilih secara cermat akan menampilkan makanan khas daerah, produk artisanal, dan barang-barang kreatif, memberikan pengunjung kesempatan untuk mencicipi masakan asli Bali Utara sambil mendukung wirausaha lokal.
Bagi banyak pengunjung, festival ini menawarkan lebih dari sekedar hiburan: festival ini memberikan kesempatan untuk merasakan semangat komunitas yang mendefinisikan pantai utara Bali.
Tips Perjalanan untuk Pengunjung Festival
Pihak berwenang telah menetapkan area parkir khusus di sekitar lokasi festival untuk mengakomodasi kedatangan pengunjung, sementara personel tambahan akan dikerahkan untuk manajemen lalu lintas, keamanan, tanggap darurat, dan layanan kesehatan masyarakat selama acara berlangsung.
Wisatawan yang berencana berkendara dari Bali Selatan harus menyediakan waktu perjalanan tambahan, terutama pada akhir pekan, karena jumlah pengunjung diperkirakan akan meningkat selama periode festival.
Mengapa Lovina layak untuk ditelusuri lebih dari sekedar festival
Meski festival menjadi daya tarik utamanya, Lovina sendiri tetap menjadi salah satu destinasi pantai paling menenangkan di Bali.
Terkenal dengan pantai berpasir hitamnya yang tenang, tamasya menyaksikan lumba-lumba, dan kehidupan yang lebih santai, kawasan ini menawarkan alternatif menyegarkan dibandingkan resor yang lebih sibuk di selatan pulau.
Bagi wisatawan yang sudah berlibur di Bali, Festival Lovina menawarkan alasan lain untuk menjelajah ke utara: menggabungkan pengalaman budaya otentik, masakan lokal, dan pesona pantai dalam perayaan enam hari yang menampilkan sisi berbeda dari Pulau Dewata.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca diundang untuk menghubungi tim editorial untuk klarifikasi apa pun.


















