Home Internasional Pejabat kantor perdana menteri Mpumalanga didakwa melakukan pembunuhan terhadap penyelidik forensik

Pejabat kantor perdana menteri Mpumalanga didakwa melakukan pembunuhan terhadap penyelidik forensik

8
0



Seorang pejabat senior yang bertugas di kantor perdana menteri Mpumalanga telah hadir di Pengadilan Magistrate Pretoria sehubungan dengan pembunuhan seorang penyelidik forensik provinsi.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Otoritas Penuntut Nasional (NPA) pada hari Jumat, Emmanuel Neverdie Mkhabela, 47, yang merupakan petugas protokol di kantor Perdana Menteri di Mpumalanga, hadir di pengadilan atas tuduhan pembunuhan berencana, kepemilikan senjata api tanpa izin, dan kepemilikan amunisi.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan pembunuhan Mabidi Mashaba, seorang penyelidik forensik yang dipekerjakan oleh pemerintah provinsi Mpumalanga.

Rekan terdakwa Mkhabela, Eckson Jabulani Mkhonto, 53, seorang petugas pemantau yang juga dari Kantor Perdana Menteri, sempat hadir di pengadilan yang sama pada hari Kamis untuk menghadapi dakwaan serupa.

Juru Bicara Regional NPA Divisi Gauteng Pretoria Lumka Mahanjana mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 7 September 2023.

“Diduga pada tanggal 7 September 2023, almarhum sedang berkendara dari Mpumalanga menuju kediamannya di Pretoria. Saat menyusuri Hardy Muller Circle di Villeria, sebuah kendaraan yang ditempati kedua terdakwa diduga melaju di samping kendaraan almarhum dan melepaskan beberapa tembakan sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian,” kata Mahanjana.

Menurut NPA, Mashaba berhasil menghubungi atasannya setelah penembakan tersebut dan memberitahukan bahwa kedua terdakwa telah menembaknya.

“Dia kemudian ditemukan di pinggir jalan oleh petugas keamanan di daerah tersebut dan dibawa ke rumah sakit, di mana dia meninggal karena luka-lukanya,” kata Mahanjana.

Menyusul apa yang digambarkan NPA sebagai penyelidikan polisi yang ekstensif, Mkhonto ditangkap di sebuah wisma di Mpumalanga, sementara Mkhabela kemudian menyerahkan dirinya ke polisi di kantor polisi Villeria.

Persidangan tersebut ditunda hingga tanggal 4 Juni 2026 untuk permohonan jaminan resmi bagi kedua terdakwa.

IOL



Source link