Barcelona menyelesaikan musim 2025/26 sebagai juara La Liga, memenangkan gelar untuk tahun kedua berturut-turut di bawah asuhan Hansi Flick dan menambahkan Piala Super Spanyol ke dalam lemari mereka.
Di seluruh kota Madrid, suasananya sangat berbeda. Real Madrid menyelesaikan musim ini tanpa satupun trofi besar untuk musim kedua berturut-turut, sebuah hasil yang mempercepat pembicaraan mengenai perubahan lain di ruang ganti Santiago Bernabeu.
Jose Mourinho diperkirakan akan menjadi orang yang akan mengambil alih jabatan tersebut, meskipun pemilihan presiden mendatang dan komplikasi seputar klausul pelepasannya di Benfica telah memperlambat proses tersebut.
Flick tidak peka terhadap komentar Mourinho
Flick ditanya tentang penunjukan Mourinho selama konferensi pers menyusul kekalahan 3-1 Barcelona dari Valencia pada hari terakhir.
Pelatih Barcelona telah menegaskan bahwa identitas pemain di bangku cadangan tidak akan mengubah pendekatannya.
“Tentu saja saya siap menghadapi Mourinho. Mengapa tidak? Dia adalah pelatih seperti pelatih lainnya dan saya selalu siap menghadapi siapa pun,” kata orang Jerman (h/t Goal).
Kata-kata Flick tampaknya diperhitungkan untuk seorang manajer yang menyebut dirinya “Yang Istimewa”.
Rivalitas El Clasico sudah di depan mata
Mourinho sendiri sudah tidak asing lagi dengan Barcelona, setelah sebelumnya merenungkan waktunya sebagai asisten di Camp Nou di bawah asuhan Bobby Robson dan Louis van Gaal.
Potensi kembalinya ke bangku cadangan Real Madrid akan menghidupkan kembali salah satu subplot paling menuntut dalam sepakbola modern, dan ini melawan tim Barcelona yang baru saja meletakkan fondasi untuk era baru.
Real Madrid diperkirakan akan mengonfirmasi pemain Portugal itu sebagai penerus Alvaro Arbeloa dalam beberapa minggu mendatang.
Saat itu, Flick sudah memperjelas posisinya. Barcelona akan siap tidak peduli siapa yang akan mengisi ruang istirahat di Montjuic musim depan.


















