Sebuah perahu yang membawa puluhan penumpang tujuan Labuan Bajo tenggelam di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat, setelah dihantam gelombang tinggi, menyebabkan seorang turis asing terluka sementara seluruh penumpang dan awak lainnya berhasil diselamatkan dengan selamat, kata polisi.
Kapal yang diidentifikasi bernama KLM Armada Mulya itu sedang berlayar dari Pelabuhan Kayangan di Lombok menuju destinasi wisata populer Labuan Bajo saat kejadian terjadi pada Kamis malam.
Kapolsek Bima Kota AKBP Mubiarto mengatakan, perahu tersebut melintasi perairan Teluk Sanggar sekitar pukul 19.00 WIB. waktu setempat ketika gelombang kuat datang dari utara menghantam kapal.
Menurut nakhoda, benturan tersebut merusak bagian depan dan belakang kapal di sisi kiri sehingga menyebabkan air laut meresap ke dalam lambung kapal sebelum kapal tenggelam.
Saat perahu mulai kemasukan air, kapten meminta seluruh penumpang dan awak kapal untuk mengenakan jaket pelampung dan menaiki sekoci darurat.
Operasi penyelamatan gabungan yang melibatkan Satuan Polisi Perairan Kota dan Kabupaten Bima, Kantor Syahbandar (KSOP), Distrik Pelayaran, dan Badan Pencarian dan Pertolongan Bima segera dilancarkan setelah pihak berwenang menerima laporan adanya kapal karam tersebut.
Jumat sekitar pukul 05.00, 44 penumpang dan awak kapal dievakuasi dan dipindahkan ke kapal milik pemerintah sebelum diangkut ke pelabuhan Bima.
Para penyintas tiba di pelabuhan sekitar pukul 09.30, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh otoritas kesehatan di kantor Syahbandar setempat.
Polisi mengatakan semua orang di dalamnya selamat dari insiden tersebut. Namun seorang turis asing mengalami luka dan dibawa ke RSUD Bima untuk mendapat perawatan. Pihak berwenang belum merilis identitas atau kewarganegaraan turis yang terluka tersebut.
Beruntung seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Satu orang warga negara asing masih dalam perawatan medis setelah mengalami luka-luka, kata Mubiarto.
Ia mendesak operator kapal dan penumpang untuk memprioritaskan keselamatan maritim dengan memantau secara ketat kondisi cuaca sebelum berlayar.
Baca juga: Dua turis tewas saat snorkeling di Labuan Bajo
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.


















