Home Bisnis Polda Bali melepaskan turis tersebut setelah menyadari mereka telah terekam

Polda Bali melepaskan turis tersebut setelah menyadari mereka telah terekam

6
0


BADUNG, Bali — Dugaan upaya dua petugas Polda Bali untuk menerapkan denda lalu lintas kepada wisatawan asing di tempat kejadian menarik perhatian setelah kejadian tersebut beredar di media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai praktik penegakan hukum di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kantor polisi di Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Berdasarkan informasi yang beredar di internet, wisatawan tersebut ditangkap karena berkendara tanpa helm.

Dalam rekaman yang dibagikan secara luas, terdengar petugas polisi menawarkan untuk menyelesaikan pelanggaran tersebut dengan pembayaran segera di tempat kejadian.
“Bayar sekarang, selesaikan. Ini aturan di negara kita,” kata seorang petugas dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah.

Para turis tersebut dilaporkan mengatakan bahwa mereka hanya memiliki uang tunai sebesar Rp 200.000, sedangkan denda yang disebutkan sebesar Rp 500.000.

Situasi berubah setelah petugas menyadari interaksi mereka terekam menggunakan kamera tersembunyi yang diduga tertanam di kacamata turis tersebut. Para wisatawan kemudian diperbolehkan pergi tanpa bayaran dan hanya mendapat peringatan.

Polisi meminta maaf dan petugas menghadapi pengawasan

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membenarkan adanya dua petugas lalu lintas yang terlibat dalam kejadian tersebut dan mengeluarkan permintaan maaf publik.

Dia mengatakan pelanggaran tersebut – menerobos lampu merah dan tidak memakai helm – termasuk dalam Undang-Undang Lalu Lintas Jalan No. 22 Tahun 2009, dengan total denda mencapai Rp750.000.

Namun, dia menegaskan tidak ada uang yang diterima polisi dalam pertemuan tersebut.

Investigasi urusan dalam negeri sedang berlangsung

Kedua petugas tersebut kini diperiksa Divisi Dalam Negeri (Propam) Polres Badung untuk mengetahui apakah ada pelanggaran prosedur.

Pihak berwenang juga memeriksa keadaan seputar rekaman dan distribusinya, dan mencatat bahwa orang asing yang terlibat diyakini adalah pembuat konten.

Reaksi publik

Kasus ini memicu reaksi negatif di dunia maya di tengah kekhawatiran bahwa insiden tersebut dapat mempengaruhi reputasi Bali sebagai pusat pariwisata global.

Di era paparan digital yang terus-menerus, interaksi rutin dapat dengan cepat meningkat menjadi pengawasan publik.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link