
Dinas Pendapatan Afrika Selatan (SARS) mengatakan pihaknya telah mencegat kiriman yang diduga berisi kokain dalam jumlah besar yang disembunyikan dalam peralatan penggalian berat yang diimpor melalui pelabuhan Durban.
Penyitaan tersebut dilakukan dalam operasi Bea dan Cukai yang dilakukan pada Sabtu pagi sebagai bagian dari tindakan keras yang intensif terhadap perdagangan gelap dan penyelundupan lintas batas.
Menurut SARS, petugas bea cukai mengidentifikasi kiriman untuk diperiksa setelah melakukan penilaian risiko dan pembuatan profil kargo pada mesin penggalian yang diimpor dari Amerika Selatan.
Selama operasi, anjing pendeteksi SARS memberi tahu pihak berwenang tentang paket mencurigakan yang disembunyikan di dua ekskavator. Kepolisian Afrika Selatan (SAPS) kemudian mengamankan tempat kejadian sementara pihak berwenang menyita sekitar 90 bongkahan besar berisi zat yang diyakini sebagai kokain murni.
Tes awal menggunakan alat deteksi obat seluler SARS menunjukkan bahwa zat tersebut adalah kokain. Pengiriman tersebut telah disita dan diserahkan ke SAPS untuk analisis forensik lebih lanjut dan penyelidikan kriminal.
Pihak berwenang mengatakan rincian mengenai berat pastinya, nilai pasar, asal dan tujuan obat-obatan tersebut hanya akan dikonfirmasi setelah pengujian laboratorium selesai.
Komisaris SARS Johnstone Makhubu menggambarkan intersepsi tersebut sebagai bukti meningkatnya kemampuan dinas pendapatan dalam pengawasan bea cukai.
“Melalui operasi berbasis intelijen, SARS secara tepat menargetkan pengiriman berisiko tinggi, sehingga mengganggu penyelundupan lintas batas dan aliran keuangan gelap yang mengikis perekonomian nasional dan melemahkan perdagangan yang patuh,” kata Makhubu.
Dia mengatakan penyitaan tersebut menunjukkan efektivitas program modernisasi SARS, yang mencakup investasi pada sistem pembuatan profil kargo canggih, teknologi inspeksi non-intrusif, dan alat penilaian risiko berbasis data.
“Kapasitas bea cukai kami yang modern memungkinkan kami untuk secara tepat menargetkan pengiriman berisiko tinggi sekaligus memfasilitasi perdagangan yang patuh. Operasi ini menunjukkan bagaimana kami memulihkan integritas lingkungan perbatasan kami dan bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar jaringan kriminal terorganisir,” kata Makhubu.
Dia menambahkan bahwa Pelabuhan Durban tetap menjadi pintu gerbang utama perdagangan Afrika Selatan dan SARS akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian melalui pembuatan profil barang yang lebih baik, inspeksi berbasis teknologi, dan kerja sama dengan lembaga penegak hukum lainnya.
Komisaris tersebut memuji petugas bea cukai dan mitra penegak hukum yang terlibat dalam operasi tersebut, dan menggambarkan upaya mereka sebagai tindakan yang “waspada dan terpuji.”
Berita LIO


















